Dampak Terhadap Perekonomian, Warga Desa Pusaran dan Pengalihan Desak Pemerintah Berantas Hama Kumbang

Jumat, 10 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 645

Inhil lancangkuningnews.com. Batam – Sekitar 80 persen kebun kelapa di Desa Pusaran dan Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami kerusakan parah akibat serangan hama kumbang.

Serangan ini telah menyebabkan sekitar 35 ribu batang pohon kelapa yang sebelumnya produktif kini tidak lagi menghasilkan buah dan terancam mati.

Warga menduga kemunculan hama ini dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh salah satu perusahaan sawit di wilayah tersebut. “Setelah perusahaan membuka lahan, hama mulai menyerang kebun kami.

Sudah berkali-kali kami mengadukan masalah ini, tetapi belum ada tindakan nyata dari perusahaan maupun pemerintah,” ungkap Ramli, salah satu warga Desa Pengalihan.

Sismoyo, warga lainnya, menambahkan bahwa serangan hama kumbang ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Sebelum serangan hama, penghasilan kami bisa mencapai Rp10 juta per bulan, sekarang hanya sekitar Rp2 juta. Banyak anak-anak yang putus sekolah karena orangtua mereka tidak mampu lagi membiayainya,” keluhnya.

Menurut laporan Dinas Perkebunan, lebih dari 3.000 batang kelapa telah mati, sementara puluhan ribu batang lainnya dalam kondisi kritis. Kendati pihak dinas sudah memberikan peringatan kepada perusahaan terkait, hingga kini belum ada upaya konkret yang dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut.

Warga berharap pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian, turun tangan menangani persoalan ini. Mereka juga mendesak perusahaan sawit yang dianggap bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi dan segera melakukan pengendalian hama.

“Jika terus dibiarkan tanpa solusi, kami akan mengambil langkah hukum. Kami hanya ingin kebun kelapa kami kembali normal karena ini sumber utama penghidupan kami,” tegas Ramli.

Bagi warga Desa Pusaran dan Desa Pengalihan, harapan kini tertuju pada tindakan cepat pemerintah dan perusahaan agar kerusakan kebun kelapa tidak semakin parah. Tanpa solusi segera, dampak ekonomi yang dialami warga akan semakin berat.

(Mhd)

Berita Terkait

DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak
Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan
Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI
Masa Persidangan VI Ditutup, DPRD Inhil Buka Masa Persidangan VII Tahun Sidang 2026
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-11, Bahas Tiga Ranperda Strategis
Jeli Mengawasi: Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 HP dalam Bungkusan Lauk
PDAM Tirta Indragiri Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:48 WIB

Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak

Selasa, 1 September 2026 - 13:33 WIB

Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Masa Persidangan VI Ditutup, DPRD Inhil Buka Masa Persidangan VII Tahun Sidang 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:02 WIB

DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-11, Bahas Tiga Ranperda Strategis

Berita Terbaru

error: Content is protected !!