Concong, Inhil — Kondisi jalan menuju SMA Negeri 1 Concong yang berada di Jalan Rumah Ramah Bencana, RT 018 RW 008, Kelurahan Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kian memprihatinkan.
Akses utama yang setiap hari dilalui para pelajar itu tampak rusak parah, rapuh, dan jauh dari kata layak, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya siswa-siswi sekolah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan berupa jembatan kayu tersebut terlihat banyak papan yang lapuk, patah, bergeser, bahkan berlubang. Beberapa bagian hanya disangga kayu seadanya, sementara di bawahnya terdapat genangan air dan lumpur. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih saat pagi hari ketika pelajar berangkat sekolah dan sore saat mereka pulang.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan namun belum mendapatkan penanganan serius.
“Sudah bertahun-tahun seperti ini. Kami khawatir anak-anak jatuh atau celaka. Apalagi kalau hujan, papan licin,” ujarnya.
Tak hanya pelajar, jalan ini juga digunakan oleh masyarakat umum untuk beraktivitas sehari-hari. Namun, bagi siswa SMA Negeri 1 Concong, kondisi tersebut menjadi ancaman rutin yang harus mereka hadapi demi menuntut ilmu. Banyak orang tua mengaku cemas melepas anaknya berangkat sekolah setiap hari.
Ironisnya, jalan ini berada di kawasan yang dikenal sebagai Jalan Rumah Ramah Bencana, namun justru menampilkan kondisi infrastruktur yang tidak ramah terhadap keselamatan manusia. Warga menilai, kondisi ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas dasar pendidikan di wilayah pesisir dan perairan Kabupaten Indragiri Hilir.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Kelurahan, Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Inhil, segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Mereka menilai, akses jalan menuju sekolah seharusnya menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan menuju sekolah, tempat anak-anak menimba ilmu,” tegas salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan di lokasi. Warga dan pihak sekolah hanya bisa berharap agar kondisi memprihatinkan ini segera mendapat perhatian serius dari instansi terkait. (Thonk).












