
Pekanbaru, lancangkuningnews.com– Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau sukses menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) 2025 di Hotel Dharma Utama, Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dihadiri oleh pengurus JMSI Riau, ketua, sekretaris, dan bendahara dari seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) JMSI se-Provinsi Riau.
Rapimda dipimpin langsung oleh Ketua JMSI Riau, H. Dheni Kurnia, yang menekankan pentingnya evaluasi program kerja tahun 2024 serta pembenahan organisasi dan lembaga bisnis serta advokasi. “Dua hal ini menjadi fokus utama program kerja JMSI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Dheni Kurnia saat menutup rapat.
Penyelesaian Keanggotaan Media
Wakil Ketua Bidang Organisasi JMSI Riau, Tun Akhyar, menyampaikan bahwa batas akhir pengurusan keanggotaan media di JMSI, dalam bentuk pengurusan barcode, adalah 9 Februari 2025. “Media yang belum mengurus barcode atau tercatat di JMSI Pusat akan dikeluarkan. Keputusan ini sudah kami sosialisasikan sejak Rakerda pada November 2024,” tegas Tun Akhyar.
Saat ini, JMSI Riau memiliki 98 media online anggota, tetapi baru 63 di antaranya yang terdaftar di JMSI Pusat dan memiliki barcode. Sebanyak 30-an media lainnya terancam dikeluarkan jika tidak segera melengkapi keanggotaannya. Sebelumnya, JMSI Riau sempat menaungi lebih dari 180 media online, namun hampir setengahnya dikeluarkan pada tahun 2024 karena tidak memenuhi persyaratan kelayakan, seperti akta perusahaan dan standar perusahaan pers.
Peningkatan Kesejahteraan Media Online
Rapimda juga membahas peningkatan kesejahteraan media online melalui Lembaga Bisnis dan Advokasi (LBA) JMSI. Pada tahun 2024, JMSI Indragiri Hulu (Inhu) menjadi pilot project sukses dalam menjalin kemitraan dengan desa-desa setempat.
Ketua JMSI Riau, Dheni Kurnia, mendorong pengurus di kabupaten/kota lain untuk meniru keberhasilan JMSI Inhu. “Saya harap pola kemitraan ini dapat diterapkan di seluruh kabupaten/kota pada 2025. Jika ada pengurus yang tidak melaksanakannya tanpa alasan jelas, kami akan mengevaluasi kepengurusannya,” tegasnya.
Dheni menambahkan, program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan media online di bawah naungan JMSI. “Apakah rekan-rekan pemilik media di daerah lain tidak ingin sukses seperti JMSI Inhu yang mampu meningkatkan kesejahteraan media anggotanya?” ungkapnya.
Rapimda 2025 menjadi momentum penting bagi JMSI Riau untuk memperkuat organisasi, memastikan profesionalisme anggotanya, serta mendorong kesejahteraan media online melalui program-program strategis. (Mhd)











