
lancangkuningnews.com. Indragiri Hilir,– Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 13 November 2024 , Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Riau melanjutkan upaya tanggap darurat untuk merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sejak 27 September 2024, Bupati Indragiri Hilir menetapkan status tanggap darurat bencana non-alam akibat lonjakan signifikan kasus malaria di wilayah tersebut.
Respon pertama dilakukan di Desa Kualu Selat, Kecamatan Kateman, yang terdampak cukup parah dengan jumlah penduduk sebanyak 3.780 jiwa. Dalam upayanya, Tim RDK dan Dompet Dhuafa Riau memberikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melakukan pemeriksaan cepat malaria (RDT Malaria), serta membagikan cairan anti-nyamuk dan vitamin sebagai penguat daya tahan tubuh bagi masyarakat setempat.
Ridia Wulandari, PIC Program Kesehatan Dompet Dhuafa Riau, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penanganan isu kesehatan di Riau, termasuk KLB malaria yang kini menjadi perhatian nasional. “Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat agar terhindar dari malaria dan bisa beraktivitas normal,” ungkap Ridia.
Ia juga mengingatkan bahwa malaria tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga orang dewasa. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita agar bersih dan tidak menjadi tempat nyamuk bersarang,” tambahnya.
Upaya berkelanjutan dari Dompet Dhuafa Riau dan Tim RDK diharapkan dapat membantu menekan penyebaran malaria dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit. (Anton)











