Viral Unjuk Rasa Berujung Aksi Lempar Ular di Pendopo Indramayu, Diduga Sentilan untuk Bupati dalam Persoalan Sampah

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti viralnya aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang diwarnai pelemparan ular oleh massa.  (Instagram.com/@kualimerahputih)

Menyoroti viralnya aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang diwarnai pelemparan ular oleh massa. (Instagram.com/@kualimerahputih)

Indramayu,lancangkuningnews.com – Linimasa media sosial sedang hangat memperbincangkan aksi demonstrasi di pendopo atau kantor Bupati Indramayu.

‎Dalam unggahan Instagram @kualimerahputih, pada Jumat, 8 Mei 2026, terlihat puluhan ular dilemparkan pendemo yang diduga dikomandoi oleh Aliansi Topi Jerami.

‎Aksi pelemparan ular itu dilaporkan terjadi lantaran massa unjuk rasa tidak kunjung dapat menemui secara langsung Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

‎”Tak bisa temui Lucky Hakim, massa luapkan kekecewaan dengan lempar ular ke arah polisi,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

‎Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu ini bermula hingga akhirnya viral di media sosial? Berikut ulasannya.

‎Pendemo Kritisi Gaya Kepemimpinan Bupati

‎Berdasarkan laporan di lapangan, suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu sempat mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan.

‎Massa dilaporkan datang membawa ‘rapor merah’ dalam aksi tersebut, di antaranya terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayahnya, pada Kamis, 7 Mei 2026.

‎Di sisi lain, aksi pelemparan ular itu juga diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan warga terhadap pemimpin daerahnya.

‎Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat dalam orasinya, menegaskan simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Lucky Hakim yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

‎”Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis,” beber Rakhmat.

‎”Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar caper (cari perhatian) di depan kamera,” tambahnya.

‎Soroti Persoalan Sampah di Indramayu

‎Dalam unjuk rasa ini, Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Lucky Hakim yang sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama.

‎Bagi pihaknya, Rakhmat menilai langkah itu justru kontras dengan realitas lapangan, terkhusus soal pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai masih carut-marut.

‎”Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah,” tegasnya.

‎Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak selaras dengan fakta di lapangan.

‎”Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” beber Rakhmat.

‎Ular ‘Kisik’ Bertebaran di Pendopo

‎Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian dilaporkan telah bergerak cepat melakukan pengamanan.

‎Ular-ular yang dilepaskan massa dalam unjuk rasa ini diketahui merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau sering disebut sebagai ular kisik, dan ular sawah alias Hypsiscopus plumbea.

‎Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

‎Setelah pengamanan di lokasi, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno menyebut seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan.

‎Dalam kasus ini, polisi memastikan secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

‎”Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai,” jelas Tarno.

‎”Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” tandasnya.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu ihwal unjuk rasa yang diwarnai pelemparan puluhan ular tersebut.(Bill)

Berita Terkait

Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.
Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM
Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.
FPK Karimun Gelar Penyerahan Sembako, Perkuat Pembauran Antar-Suku
Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism
Dengar Aspirasi Warga Binaan, Karutan Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan
APPEKNAS Siap Gelar MUNAS IV, Usung Transformasi Kontraktor Nasional Menuju Industri Konstruksi Modern

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:21 WIB

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:32 WIB

FPK Karimun Gelar Penyerahan Sembako, Perkuat Pembauran Antar-Suku

Berita Terbaru

error: Content is protected !!