Anambas, Lancangkuningnews.com – Proyek revitalisasi Pasar Loka di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali terhenti dan menimbulkan kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 dengan skema multiyears senilai Rp27,5 miliar ini tampak mangkrak sejak sepekan terakhir, Jumat (24/10/2025).
Pekerjaan renovasi yang dikerjakan oleh PT Triderrick Sumber Makmur bersama PT Samudera Anugrah Indah Permai (KSO) tersebut sebenarnya telah berlangsung sekitar enam bulan. Namun, menurut pantauan masyarakat, progres pembangunan di lapangan sangat lambat dan dinilai baru mencapai sekitar 7 persen.
Kini, proyek tersebut kembali berhenti tanpa kejelasan. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di kawasan pasar terhenti, dan masyarakat pun merasa kecewa dengan kinerja perusahaan pelaksana yang dinilai tidak profesional.
“Perusahaan harus lebih peka dan teliti dalam mendeteksi masalah kinerja karyawan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Helmi, salah seorang warga Tarempa yang ditemui di lokasi.
Helmi juga mengaku mendapat informasi bahwa pekerjaan proyek telah dihentikan tanpa penjelasan lebih lanjut dari pihak kontraktor. “Kami tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang jelas ini sangat merugikan kami sebagai masyarakat. Anggaran besar, tapi salah pilih perusahaan yang menjalankannya,” tambahnya.
Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka menilai lambannya pekerjaan dan kurangnya transparansi informasi dari pihak perusahaan menimbulkan ketidakpastian, terutama bagi pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di pasar tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pelaksana agar proyek strategis tersebut dapat kembali dilanjutkan sesuai target, demi mendukung roda ekonomi masyarakat Tarempa. (Fn)















