Proyek Pelabuhan Pikuk Desa Kuala Maras Terkesan Abaikan Aturan K3, Alat Keselamatan Kerja Tidak Digunakan

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 662

Anambas, lancangkuningnews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Letung Tahap II yang dikerjakan oleh PT. Samudra Anugerah Indah Permai di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Anambas, menuai sorotan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan K3 seperti helm, rompi, dan sepatu boot selama bekerja.

Proyek ini berada di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri. Namun, hingga saat ini, implementasi aturan K3 di lokasi proyek dinilai kurang optimal.

Pelaksana proyek, Rommy Matindas saat diwawancarai media, menjelaskan bahwa progres fisik proyek telah mencapai 80 persen, termasuk pembangunan areal laut untuk sandaran kapal. “Di bagian darat, penimbunan dan pemasangan batu miring hampir selesai, hanya tinggal finishing. Bagian jalan belum dikerjakan karena faktor cuaca yang tidak mendukung,” ungkapnya.

Terkait perlengkapan K3, Romy mengaku pihaknya telah menyediakan dan menginstruksikan penggunaan helm, rompi, dan sepatu boot. Namun, implementasi di lapangan tidak berjalan maksimal. “Beberapa pekerja beralasan rompi menghambat pekerjaan karena dominannya penggunaan kayu. Sepatu boot hanya digunakan saat pengecoran. Kami menerapkan semi K3 di lokasi kerja,” jelas Rommy.

Proyek yang seharusnya selesai pada akhir 2024 ini mendapatkan perpanjangan waktu dua kali 45 hari kerja, terhitung sejak Januari 2025. Romy menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan bagian gedung dan jalan yang tersisa sesuai perpanjangan waktu yang diberikan.

Namun, hasil pemantauan media menunjukkan hanya segelintir pekerja yang mematuhi aturan K3. Sebagian besar terlihat tidak memakai perlengkapan keselamatan yang disediakan.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap penerapan K3 di proyek ini lebih diperketat demi menjaga keselamatan pekerja. Pihak berwenang juga diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek berjalan sesuai aturan yang berlaku. (FD)

Berita Terkait

Kapolres Anambas Disambut Tepung Tawar, Kain Cual, dan Doa Masyarakat
Wabup Anambas Raja Bayu Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu Anggota Fraksi Golkar se-Indonesia
Informasi Gangguan Listrik PLN Batam
Jelang Porprov VI Kepri, KONI Anambas Pantau Kesiapan Atlet Bulutangkis
BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling, 8 Rumah Ditertibkan Timdu
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi
Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siantan, R Diamankan Polisi di Tarempa

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:54 WIB

Kapolres Anambas Disambut Tepung Tawar, Kain Cual, dan Doa Masyarakat

Minggu, 20 September 2026 - 19:08 WIB

Wabup Anambas Raja Bayu Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu Anggota Fraksi Golkar se-Indonesia

Minggu, 20 September 2026 - 18:57 WIB

Informasi Gangguan Listrik PLN Batam

Sabtu, 19 September 2026 - 20:18 WIB

Jelang Porprov VI Kepri, KONI Anambas Pantau Kesiapan Atlet Bulutangkis

Jumat, 18 September 2026 - 19:18 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Berita Terbaru

Informasi Gangguan PLN Batam (dok/photo)

Batam

Informasi Gangguan Listrik PLN Batam

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:57 WIB

PIKORI BP Batam Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban NTT melalui BAZNAS (ket/photo)

Pilihan Editor

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:53 WIB

error: Content is protected !!