Proyek Pelabuhan Pikuk Desa Kuala Maras Terkesan Abaikan Aturan K3, Alat Keselamatan Kerja Tidak Digunakan

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 601

Anambas, lancangkuningnews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Letung Tahap II yang dikerjakan oleh PT. Samudra Anugerah Indah Permai di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Anambas, menuai sorotan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan K3 seperti helm, rompi, dan sepatu boot selama bekerja.

Proyek ini berada di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri. Namun, hingga saat ini, implementasi aturan K3 di lokasi proyek dinilai kurang optimal.

Pelaksana proyek, Rommy Matindas saat diwawancarai media, menjelaskan bahwa progres fisik proyek telah mencapai 80 persen, termasuk pembangunan areal laut untuk sandaran kapal. “Di bagian darat, penimbunan dan pemasangan batu miring hampir selesai, hanya tinggal finishing. Bagian jalan belum dikerjakan karena faktor cuaca yang tidak mendukung,” ungkapnya.

Terkait perlengkapan K3, Romy mengaku pihaknya telah menyediakan dan menginstruksikan penggunaan helm, rompi, dan sepatu boot. Namun, implementasi di lapangan tidak berjalan maksimal. “Beberapa pekerja beralasan rompi menghambat pekerjaan karena dominannya penggunaan kayu. Sepatu boot hanya digunakan saat pengecoran. Kami menerapkan semi K3 di lokasi kerja,” jelas Rommy.

Proyek yang seharusnya selesai pada akhir 2024 ini mendapatkan perpanjangan waktu dua kali 45 hari kerja, terhitung sejak Januari 2025. Romy menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan bagian gedung dan jalan yang tersisa sesuai perpanjangan waktu yang diberikan.

Namun, hasil pemantauan media menunjukkan hanya segelintir pekerja yang mematuhi aturan K3. Sebagian besar terlihat tidak memakai perlengkapan keselamatan yang disediakan.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap penerapan K3 di proyek ini lebih diperketat demi menjaga keselamatan pekerja. Pihak berwenang juga diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek berjalan sesuai aturan yang berlaku. (FD)

Berita Terkait

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!