Proyek Pelabuhan Pikuk Desa Kuala Maras Terkesan Abaikan Aturan K3, Alat Keselamatan Kerja Tidak Digunakan

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 727

Anambas, lancangkuningnews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Letung Tahap II yang dikerjakan oleh PT. Samudra Anugerah Indah Permai di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Anambas, menuai sorotan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan K3 seperti helm, rompi, dan sepatu boot selama bekerja.

Proyek ini berada di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri. Namun, hingga saat ini, implementasi aturan K3 di lokasi proyek dinilai kurang optimal.

Pelaksana proyek, Rommy Matindas saat diwawancarai media, menjelaskan bahwa progres fisik proyek telah mencapai 80 persen, termasuk pembangunan areal laut untuk sandaran kapal. “Di bagian darat, penimbunan dan pemasangan batu miring hampir selesai, hanya tinggal finishing. Bagian jalan belum dikerjakan karena faktor cuaca yang tidak mendukung,” ungkapnya.

Terkait perlengkapan K3, Romy mengaku pihaknya telah menyediakan dan menginstruksikan penggunaan helm, rompi, dan sepatu boot. Namun, implementasi di lapangan tidak berjalan maksimal. “Beberapa pekerja beralasan rompi menghambat pekerjaan karena dominannya penggunaan kayu. Sepatu boot hanya digunakan saat pengecoran. Kami menerapkan semi K3 di lokasi kerja,” jelas Rommy.

Proyek yang seharusnya selesai pada akhir 2024 ini mendapatkan perpanjangan waktu dua kali 45 hari kerja, terhitung sejak Januari 2025. Romy menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan bagian gedung dan jalan yang tersisa sesuai perpanjangan waktu yang diberikan.

Namun, hasil pemantauan media menunjukkan hanya segelintir pekerja yang mematuhi aturan K3. Sebagian besar terlihat tidak memakai perlengkapan keselamatan yang disediakan.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap penerapan K3 di proyek ini lebih diperketat demi menjaga keselamatan pekerja. Pihak berwenang juga diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek berjalan sesuai aturan yang berlaku. (FD)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:58 WIB

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian

Kamis, 5 November 2026 - 17:37 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Berita Terbaru