Momen Penumpang Keluhkan soal Rombongan Pakai Toa di Dalam Gerbong KA Serayu

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 636

Bandung,lancangkuningnews.com – Beredar di media sosial tentang keluhan salah satu penumpang Kereta Api Serayu.

‎Pemilik akun TikTok @agungsetiawan2260 mengunggah momen perjalanannya dari Jakarta menuju Bandung dan bertemu dengan rombongan yang melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.

‎Dalam unggahannya, ia mengeluhkan rombongan tersebut menggunakan toa atau pengeras suara hingga ke dalam gerbong kereta.

‎“Baru kali ini naik KA Serayu dari Pasar Senen ke Bandung ada yang bawa toa kaya gini,” tulisnya dalam video yang diunggah, dikutip pada Rabu, 15 April 2026.

Awal kejadian

‎‎Saat masuk ke dalam gerbong kereta, pengunggah video sudah mencurigai bahwa dirinya akan bersama dengan satu rombongan.

‎“Dari awal masuk kereta udah curiga di gerbong ini banyak emak-emak pakai kerudung couple pink,” ungkapnya.

‎‎“Naik KA Serayu dari Pasar Senen rombongan emak-emak dan bapak-bapak tujuan ke Purwokerto yang bawa toa,” imbuhnya.

‎‎Ia juga membagikan momen ketika salah satu bapak-bapak dalam rombongan tersebut menggunakan toa untuk memberikan instruksi.

‎“Iya tau kalau nggak mau berisik, jangan naik ekonomi. Cuma masa iya sampai ada yang bawa toa, mana di dalam kereta ngasih imbauan ke rombongan lagi,” terangnya.

Korban Memberitahu kondektur

‎‎Video viral yang sudah diputar lebih dari 450 ribu kali penayangan itu juga menyelipkan chat aduan kepada kondektur.

‎Pengunggah video mengatakan bahwa penumpang lain merasa terganggu, mengingat kereta adalah transportasi umum.

‎“Kami bantu tegur agar tidak menggunakan pengeras suara ya Pak,” jawab kondektur dalam pesan tersebut.

‎Menilik dari kolom komentar, meski telah ditegur pun kondisi tak banyak berubah.

‎“Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.

‎Tuai Sorotan tentang Etika di Transum

‎Video viral itu kemudian ramai menjadi tempat diskusi warganet yang menyoroti etika saat menggunakan transportasi umum.

‎Tak hanya ketika di kereta, warganet juga menyebut sikap dan etika yang baik harus dijaga.

‎Selain itu, menggunakan toa yang berpotensi membuat kebisingan dan mengganggu penumpang lain juga sebaiknya dihindari.

‎Warganet juga menyebut hal serupa tidak boleh lagi dinormalisasikan jika berkaitan dengan kepentingan umum.

‎“Ini nggak bisa dinormalisasi, pikirkan kenyamanan yang lain. Kalau mau pakai pengeras suara, sewa satu gerbong khusus untuk rombongannya biar nggak ganggu yang lain,” ujar salah satu warganet dengan akun @Aurinda. (Bill)

Berita Terkait

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak
Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam
Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan
Amsakar ke KAHMI: Mari Bergerak Bersama Membangun Batam
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen
Batam Innovation Award 2026, Amsakar: Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:53 WIB

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

Jumat, 18 September 2026 - 19:18 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Selasa, 15 September 2026 - 15:48 WIB

Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak

Senin, 14 September 2026 - 12:59 WIB

Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan

Berita Terbaru

PIKORI BP Batam Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban NTT melalui BAZNAS (ket/photo)

Pilihan Editor

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:53 WIB

error: Content is protected !!