
Anambas, Lancangkuningnews.com – Warga di sekitar Pelabuhan Air Sungkit, Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kepulauan Anambas, merasa resah akibat penumpukan material proyek yang dibiarkan sejak Juli hingga saat ini. Material milik CV. Bintang Laut Mandiri berupa besi, pasir, batu koral, dan tiang peleng terus menumpuk tanpa tanda-tanda dimulainya pekerjaan.
Material ini merupakan bagian dari proyek dengan nomor kontrak: 02/SP/12.02-Pemb.Pel.Sungkit/PPK-DISHUBBLH/VII/2024 senilai Rp. 1.485.173.779 yang memiliki durasi 180 hari kerja pada tahun anggaran 2024.
Beni Yamin, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. “Sudah berbulan-bulan material menumpuk di pelabuhan, dan belum ada tanda pekerjaan akan dimulai,” ujarnya pada Rabu (2/10/2024).
Penumpukan material ini tidak hanya mengganggu akses warga, tetapi juga dianggap membahayakan, terutama bagi anak-anak yang melintas di sekitar pelabuhan. Sebelumnya, masyarakat sudah mencapai kesepakatan dengan pihak terkait untuk menempatkan material di lokasi yang telah ditentukan. Namun, hingga saat ini, pihak kontraktor belum memberikan penjelasan terkait keterlambatan pelaksanaan proyek.
Warga berharap agar proyek segera dilaksanakan untuk menghindari potensi bahaya bagi pengguna jalan di sekitar pelabuhan.















