Anambas, Lancangkuningnews.com – Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru melalui Wilayah Kerja (Wilker) Anambas kembali menggiatkan upaya perlindungan satwa laut dengan menggelar sosialisasi pencegahan perburuan dan perdagangan penyu di sejumlah titik strategis di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih maraknya pengambilan, penjualan, dan konsumsi telur penyu oleh masyarakat setempat.
“Fakta di lapangan menunjukkan praktik ini masih terjadi. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi secara masif,” ujar Koordinator Wilker Anambas, Leonard Simbolon, Selasa (8/7/2025).
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya melindungi penyu sebagai satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menggantikan UU No. 5 Tahun 1990. Undang-undang ini menegaskan sanksi berat bagi pelaku perburuan dan perdagangan ilegal satwa dilindungi.
Kegiatan sosialisasi menyasar lokasi-lokasi dengan aktivitas masyarakat tinggi seperti Pasar Ikan Tarempa Barat, Pelabuhan Nelayan Tarempa Barat, Pasar Inpres Tarempa, hingga sejumlah kedai kopi di Tarempa dan Tarempa Barat. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pedagang, pembeli, hingga masyarakat umum.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa menjaga kelestarian penyu adalah tanggung jawab bersama. Jangan ada lagi yang mengambil atau mengkonsumsi telur penyu,” tegas Leonard.
Sosialisasi serupa juga direncanakan di wilayah lain seperti Letung, Jemaja, dan desa-desa pesisir lainnya dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Leonard juga mengimbau warga untuk tidak memelihara, memperdagangkan, atau mengambil telur penyu. Jika menemukan penyu terluka atau terjebak jaring, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwenang, termasuk LKKPN Wilker Anambas.
“Kami berharap dengan kerja sama semua pihak, konservasi penyu di Anambas dapat terjaga. Anak cucu kita berhak menyaksikan keindahan penyu di laut kita,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan lintas sektor seperti Polair Anambas, LANAL Tarempa, Dinas DP3, dan PSDKP Anambas yang berkomitmen bersama melindungi warisan laut Anambas dari kepunahan. (FD)















