Polres Anambas Amankan ASM (20), Diduga Pelaku Pembunuhan Pegawai Imigrasi Kelas II TPI Tarempa 

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 601

Anambas, Lancangkuningnews.com — Kasus kematian tragis Pegawai Imigrasi Kelas II TPI Tarempa, Harsyad (53), akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah hasil autopsi dari tim forensik Polda Kepri diterima, polisi kini menduga kuat bahwa korban meninggal bukan karena kecelakaan, melainkan akibat tindak pembunuhan.

Penemuan ini memperkuat langkah cepat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Anambas, yang telah mengamankan seorang pemuda berinisial ASM (20). Ia diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus yang sempat menggemparkan masyarakat Tarempa tersebut.

Penangkapan di Kampung Baru Disaksikan Warga

Tersangka ASM ditangkap pada Selasa (21/10/2025) malam sekitar pukul 23.20 WIB di kawasan Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan. Penangkapan berlangsung cepat dan dilakukan di salah satu rumah di Gang Mawar, tak jauh dari SD 003 Tarempa.

Beberapa warga yang sempat menyaksikan mengaku melihat sejumlah anggota polisi berpakaian lengkap mendatangi lokasi. Penangkapan itu disaksikan langsung oleh Ketua RT 002/RW 002 Kelurahan Tarempa, Bambang, sebagai perwakilan wilayah setempat.

Malam tadi memang ramai, banyak polisi datang. Ada Pak RT juga yang nyaksikan langsung. Tak lama setelah itu, pelaku langsung dibawa ke Polsek Siantan,” ujar Galang, warga setempat, Rabu (22/10).

Kapolres Pimpin Langsung Pemeriksaan Awal

Usai diamankan, ASM digiring ke Polsek Siantan untuk menjalani pemeriksaan awal. Dalam proses tersebut, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, turun langsung memimpin jalannya interogasi sebelum pelaku dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari Polsek Siantan sempat diamankan sebentar, ada Pak Kapolres juga. Setelah itu langsung dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tambah Galang.

Dari hasil penyelidikan sementara, ASM diduga merupakan pria misterius yang menjemput korban di rumahnya pada Jumat (17/10) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan.

Keterangan sejumlah saksi semakin memperkuat dugaan keterlibatan ASM dalam kasus tersebut.

Polisi Dalami Motif dan Kemungkinan Pelaku Lain

Saat dikonfirmasi, Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut penyidik masih mendalami motif serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

Kita masih dalami dan pemantapan dulu. Siapa tahu ada pengembangan lain,” tegas Kapolres.

Perintah Langsung dari Menipas

Kasus kematian Harsyad turut menjadi perhatian nasional. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menipas), Agus Andrianto, bahkan langsung memerintahkan Tim Intelijen turun ke Tarempa untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam membantu proses pengungkapan.

Instruksi tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengusut tuntas kematian pegawai imigrasi di daerah kepulauan tersebut.

Autopsi Jadi Langkah Kunci Pengungkapan

Sebelumnya, pihak Imigrasi bersama kepolisian telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Selasa (21/10) di TPU Desa Tarempa Barat. Proses autopsi dipimpin oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP Leonardo, dengan dukungan tiga tenaga medis dari Polda Kepri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian Harsyad yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di semak-semak pada Jumat (17/10).

Harapan Masyarakat untuk Keadilan

Kematian Harsyad mengguncang masyarakat Tarempa. Pria yang dikenal ramah itu terakhir terlihat dijemput oleh seorang pria berjaket hoodie sebelum ditemukan tak bernyawa. Banyak warga yang berharap aparat kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini hingga tuntas.

Kini, dengan tertangkapnya ASM dan hasil autopsi yang mengarah pada dugaan pembunuhan, Polres Kepulauan Anambas berkomitmen untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, dan polisi berjanji akan mengumumkan hasil lengkap penyelidikan serta motif pelaku setelah pemeriksaan lanjutan selesai.

Kami akan bekerja keras agar kasus ini terungkap secara terang benderang. Tidak ada yang kami tutupi,” pungkas AKBP Agung Budianaloka. (FN)

 

Berita Terkait

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!