Kacang Tanah Ilegal Marak di Pasar Tembilahan, Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Dipertanyakan

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 707

Tembilahan  — Peredaran kacang tanah ilegal di sejumlah pasar tradisional Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kian meresahkan. Produk pertanian yang diduga berasal dari luar negeri tersebut dengan mudah ditemukan di lapak-lapak pedagang, tanpa label resmi, izin edar, maupun kejelasan asal-usul barang.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius terkait lemahnya pengawasan aparat Bea dan Cukai. Sebagai daerah yang memiliki jalur perairan luas dan rawan penyelundupan, Inhil semestinya mendapat pengawasan ekstra ketat terhadap lalu lintas barang, khususnya komoditas pertanian.

Kacang tanah ilegal dijual dengan harga relatif murah. Kondisi ini secara perlahan mematikan daya saing petani lokal. Produk impor ilegal yang bebas pajak dan bea masuk jelas menciptakan persaingan tidak sehat dan berpotensi membuat petani kacang tanah Inhil merugi.

“Kalau barang ilegal terus dibiarkan masuk, petani lokal bisa gulung tikar. Ini jelas tidak adil,” ujar salah seorang pedagang dengan nama samaran (ZL) di Pasar Tembilahan, Jumat (23/1/2026).

Minimnya penindakan di lapangan semakin menguatkan dugaan bahwa pengawasan belum berjalan maksimal. Hingga kini, belum terlihat langkah tegas berupa razia rutin ataupun penelusuran jalur distribusi kacang tanah ilegal tersebut.

Selain merugikan petani dan pedagang lokal, peredaran produk ilegal juga berpotensi membahayakan konsumen. Tanpa pengawasan mutu dan standar kesehatan, kualitas serta keamanan produk patut dipertanyakan.

Masyarakat mendesak Bea Cukai bersama instansi terkait agar tidak tutup mata. Penegakan hukum harus dilakukan secara serius, transparan, dan berkelanjutan, bukan sekadar reaksi sesaat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Inhil berisiko menjadi “surga” bagi barang ilegal. Dampaknya bukan hanya pada ekonomi daerah, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal. Perlindungan terhadap petani lokal dan konsumen harus menjadi prioritas utama. (Thonk)

Berita Terkait

Ketua DPRD Inhil Dukung Lapangan Tembak Arisman Zakaria untuk Pembinaan Atlet
Ranperda Perubahan APBD 2026 Disetujui DPRD Inhil
Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026
Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026
Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Penyambutan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Ketua DPRD Inhil Dukung Lapangan Tembak Arisman Zakaria untuk Pembinaan Atlet

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Ranperda Perubahan APBD 2026 Disetujui DPRD Inhil

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:22 WIB

Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:17 WIB

DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru