
lancangkuningnews.com. BATAM – Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja ke Batam untuk memperkuat kapasitas anggotanya dalam menghadapi persaingan di era digital media online. Mereka bertemu dengan Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Kepulauan Riau (Kepri) serta Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.
Ketua JMSI Inhil, Aditiya Prahara, SE, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari JMSI Kepri. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang baik dari JMSI Kepri yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dalam mengelola media secara profesional,” kata Aditiya.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua JMSI Kepri, Eddy Supriatna, berbagi cerita mengenai perjuangan mereka dalam membangun media di Kepri. Pertemuan yang penuh kekeluargaan ini diwarnai dengan banyak pertanyaan dan masukan dari anggota JMSI Inhil tentang pengembangan bisnis dan peluang kerjasama.
Kunjungan ke Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam
Selanjutnya, rombongan JMSI Inhil melanjutkan kunjungan ke Dinas Kominfo Kota Batam, ditemani oleh Kadis Kominfo Inhil, DR Trio Beni Putra. Mereka disambut oleh Sekretaris dan Kepala Bidang Kerjasama Media Kominfo Kota Batam. Pertemuan ini diisi dengan diskusi dan tukar pikiran tentang pola kerjasama antara instansi pemerintah dan perusahaan pers.
“Kami sangat menghargai kunjungan dari JMSI dan Kominfo Inhil. Semoga pertemuan ini bisa saling memberikan saran dan masukan untuk kemajuan daerah kita,” ujar Sekretaris Kominfo Kota Batam.
Pada hari yang sama, JMSI Inhil juga mengunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Mereka disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ardi Winata, yang mengungkapkan antusiasmenya karena merasa bertemu dengan kawan lama dari Kabupaten Indragiri Hilir.
Ardi menjelaskan bahwa Batam, yang terletak strategis di jalur perdagangan internasional, telah berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik dengan beragam fasilitas seperti pantai indah, pusat perbelanjaan, dan taman-taman asri. Infrastruktur pariwisata Batam terus berkembang dengan adanya 226 hotel dan 886 restoran.
“Peningkatan jumlah wisatawan ini tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri terkait lainnya seperti transportasi dan jasa,” jelas Ardi.
Keberhasilan Batam dalam mengembangkan sektor pariwisata adalah hasil kerjasama antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata yang terus berinovasi dan mempromosikan Batam sebagai destinasi wisata utama di Indonesia.(BD)















