
Anambas, lancangkuningnews.com – Jalan Rewak-Sedanau-Padang Melang di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, ambruk setelah diterjang ombak besar beberapa hari lalu, Rabu (22/1/2025).
Jalan lingkar yang menghubungkan Desa Batu Berapit, Padang Melang, hingga Desa Rewak ini baru dibangun pada Agustus 2023 dengan anggaran APBN sebesar Rp67,1 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Putra Hari Mandiri sebagai kontraktor pelaksana, dengan konsultan pengawas dari PT Manggala Karya Bangun Sarana.
Kerusakan jalan terjadi di wilayah pesisir pantai Nguan, Desa Rewak, akibat abrasi yang disebabkan oleh gelombang laut tinggi. Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan sepanjang belasan meter, dengan sebagian badan jalan ambruk dan pecah. Kondisi ini membuat jarak antara bibir pantai dan badan jalan hanya beberapa sentimeter saja.
Menurut Andi, salah seorang warga yang sedang menikmati pemandangan bersama keluarganya mengatakan, lokasi ini merupakan salah satu tempat favorit bagi masyarakat Jemaja untuk bersantai bersama keluarga, terutama pada akhir pekan. Namun, kerusakan jalan yang parah kini membahayakan para pengendara, terutama pengendara motor, karena sebagian jalan ambruk hingga membentuk lubang besar.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan ini sebelum ada korban. Apalagi, lokasi ini berada di dekat tikungan yang cukup rawan,” ujar Andi kepada lancangkuningnews.com.
Dampak abrasi pantai yang terus menggerus infrastruktur di kawasan pesisir ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan. Langkah cepat diharapkan agar akses transportasi masyarakat tidak terganggu, dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.
Upaya Penanganan Ditunggu
Jalan nasional yang ambruk ini memerlukan perhatian segera dari pihak terkait untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Selain perbaikan fisik, diperlukan solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi pantai, seperti pembangunan pengaman pantai atau tanggul penahan ombak.
Masyarakat berharap langkah konkret segera diambil untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan jalur transportasi utama di wilayah Jemaja ini. (FD)















