Insiden Ojol Dilindas Kendaraan Taktis Polisi, Senat Mahasiswa STAINSAR Kepri dan Publik Kritik Tuntut Reformasi Polri

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 687

Anambas, Lancangkuningnews.com – Gelombang keprihatinan sekaligus kemarahan publik atas berbagai insiden kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian kembali memuncak. Puncaknya, seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban setelah dilindas kendaraan taktis milik polisi saat pengamanan aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025 lalu.

Insiden memilukan itu dinilai bukan hanya melukai rasa keadilan publik, tetapi juga memperlihatkan kegagalan Polri dalam menjalankan fungsi dasarnya sebagai pelindung masyarakat. Ungkapan “All Cops Are Bastards (ACAB)” kembali menggema di berbagai ruang publik sebagai bentuk kritik keras terhadap institusi kepolisian yang dianggap belum akuntabel.

Ketua Komisi II Senat Mahasiswa STAINSAR Kepri, Ismet Dwi Agus Riauwaldi, menegaskan bahwa kritik mahasiswa bukanlah sikap anti-negara, melainkan keberpihakan pada nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
“Ketika kekerasan dilegalkan atas nama stabilitas, dan hukum hanya berpihak pada kekuasaan, maka suara-suara dari jalanan adalah satu-satunya kontrol sipil yang tersisa,” tegasnya.

Berbagai kasus penyiksaan demonstran, kriminalisasi warga kecil, hingga pembungkaman kritik disebut sebagai bukti bahwa aparat kerap bertindak seolah berada di atas hukum. Padahal, dalam sistem demokrasi, kekuasaan seharusnya diawasi, bukan dipuja.

Masyarakat menilai, sekadar permintaan maaf atau rotasi jabatan tidak cukup. Reformasi menyeluruh di tubuh Polri menjadi tuntutan utama. Beberapa langkah konkret yang didorong publik antara lain penguatan pengawasan eksternal, transparansi penanganan kasus kekerasan oleh aparat, hingga pembentukan lembaga independen untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM.

“Kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang bisa dituntut, melainkan harus diraih melalui perubahan nyata. Jika negara sungguh ingin menjaga demokrasi, maka tidak ada tempat bagi budaya represif dalam tubuh institusi hukum,” ujar Ismet.

Seruan reformasi Polri pun semakin lantang terdengar. Publik menegaskan, reformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum. (FD)

Berita Terkait

Rakernas dan Pelantikan Pengurus DPP Sukses, PJS Apresiasi Pemprov Kepri dan BP Batam
Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta
Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen
“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”
Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian
Investasi Rp600 Miliar, Amsakar Groundbreaking SWRO Kabil Dukung Ekspansi Data Centre Batam
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:10 WIB

Rakernas dan Pelantikan Pengurus DPP Sukses, PJS Apresiasi Pemprov Kepri dan BP Batam

Minggu, 8 November 2026 - 15:13 WIB

Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta

Minggu, 8 November 2026 - 14:27 WIB

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

Sabtu, 7 November 2026 - 13:02 WIB

“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”

Jumat, 6 November 2026 - 10:58 WIB

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian

Berita Terbaru