
lancangkuningnews.com. Inhil – telah melaksanakan kegiatan rapat evaluasi capaian pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting tahun 2024, di Rumah Dinas Bupati Inhil, Tembilahan.Sabtu (3/8/2024)
Pelaksanaan tersebut dihadiri oleh mantan Penjabat (Pj) Bupati Inhil, H. Herman didampingi Pj. Ketua TP PKK Inhil, Hj. Katerina Susanti, Kepala Dinkes Inhil, Rahmi Indrasuri, Sekertaris Dinkes Inhil, Hj. Irdawati dan diikuti oleh Kepala Bidang, Kasubag, Sub Koordinator, Plt Sub Koordinator, Kepala UPT IFK, Labkesda, Puskesmas, serta Kepala Tata Usaha UPT IFK, Labkesda dan Puskesmas.
Dari konfirmasi ke Kadinkes Inhil Rahmi Indrasuri menuturkan bahwa dalam rapat evaluasi pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting ini dilakukan penyerahan laporan kegiatan aksi stunting oleh Kadis Kesehatan kepada Pj. Bupati Inhil serta penyerahan secara simbolis sertifikat kegiatan pengukuran dan intervensi oleh Pj. Bupati kepada Kepala Puskesmas.
“Saat itu, pj Bupati Inhil masih pak Herman, dalam arahannya menyampaikan berdasarkan hasil prevalensi stunting di Inhil mengalami penurunan survei sensus gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022: 28.5% sedangkan berdasarakan survei kesehatan indonesia (ski) tahun 2023 : 18.8%,”
“Tetapi kita belum mencapai target 2024, prevalensi stunting sebesar 14%. target 2025 adanya pengurangan jumlah stunting baru sebanyak 25%. Oleh karena itu, diperlukan penguatan intervensi pencegahan stunting dengan fokus pada intervensi 1000 hari pertama kehidupan (HPK) agar penurunan stunting dapat tercapai optimal. Sehingga kita dapat mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir,” jelasnya, (adv)















