Anambas, Lancangkuningnews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Letung Tahap II di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja, kembali menuai sorotan. Meski belum diresmikan, kondisi lapisan bawah jalan di kawasan pelabuhan sudah terlihat kosong dan dinilai tidak dikerjakan sesuai standar.
Proyek yang menelan anggaran Rp31,18 miliar dari APBN 2024 ini dikerjakan sejak 7 Juni hingga Desember 2024 dengan pengawasan teknis PT Priangan Raya Utama. Namun, hasil pekerjaan di lapangan menimbulkan kekecewaan masyarakat.
Seorang pemuda Kuala Maras dan juga sebagai kontrol sosial masyarakat Fendi, menyebut sistem perbaikan jalan di dalam pelabuhan dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, lubang jalan hanya ditimbun dengan pasir hitam tanpa dilakukan pembongkaran dan pemadatan menggunakan alat berat.
“Cara kerja seperti itu tidak sesuai standar. Kami khawatir jalan ini tidak akan bertahan lama dan bisa membahayakan pengguna yang sedang melintas” ujarnya, Jumat (16/8/2025).
Selain kualitas pekerjaan yang dinilai buruk, Fendi juga mengungkap adanya persoalan lain seperti upah pekerja yang belum dibayarkan. Hal ini menambah panjang daftar masalah dalam proyek Roro Letung Tahap II.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar kualitas jalan benar-benar terjamin. “Keamanan dan keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas, bukan sekadar kerja sementara,” tegas Fendi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. (FD)















