Cerita  singkat Haksono Santoso, DPO Polda Metro Jaya

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 694

Nasional – lancangkuningnews.com :  Haksono Santoso dikenal publik sekitar 2018–2019 ketika namanya mencuat dalam bisnis pertambangan timah. Ia kerap tampil di sejumlah forum bisnis dan sempat dipandang sebagai figur pengusaha yang agresif membangun jaringan di sektor tambang. Namun, di balik sorotan itu, Haksono juga sempat dikaitkan dengan sejumlah polemik. Beberapa media kala itu menyebut namanya terkait sengketa bisnis dan klaim investasi yang merugikan mitra usaha.

Rekam jejak Haksono dalam dunia bisnis tak lepas dari kontroversi. Ia beberapa kali dikaitkan dengan persoalan hukum, baik dalam bentuk sengketa perdata maupun dugaan pidana. Puncaknya, pada 2023, namanya kembali mencuat setelah terseret dalam dugaan penggelapan dana USD 2 juta di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Masuk Daftar Buronan
Pada 15 November 2024, Haksono resmi ditetapkan sebagai tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Surat DPO yang ditandatangani Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, mencantumkan identitas Haksono, termasuk alamat terakhirnya di Perumahan Garden Raya, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

Polda Metro Jaya bahkan menyebarkan dokumen DPO ke seluruh jajaran kepolisian se-Indonesia. Dalam dokumen itu ditegaskan agar masyarakat yang mengetahui keberadaan Haksono segera melapor ke pihak berwenang.

Dugaan Menggunakan Nama Jenderal

Informasi yang beredar di kalangan aparat menyebut Haksono kerap menjual nama sejumlah perwira tinggi untuk memperkuat posisi dan melindungi diri. Dugaan ini masih dalam tahap penyelidikan, namun membuka kemungkinan adanya jaringan pelindung di balik pelariannya.

Jejak di Luar Negeri

Kepolisian melalui keterangan Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi menyebut, berdasarkan data lintasan, Haksono diduga sudah melarikan diri ke luar negeri. Polisi menyiapkan opsi red notice Interpol jika ia tidak segera kembali ke Indonesia.

Menghadapi Tekanan Hukum

Rabu, 11 Des 2024 14:25 WIB
Haksono Santoso Pengusaha Tambang Timah, Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta Barat Dengan nilai kerugian mencapai Rp30 miliar, kasus ini masuk kategori besar. Jika Haksono tertangkap, penyidikan tidak hanya akan berhenti pada dirinya. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam penggelapan dana maupun pelariannya selama ini.

Kesimpulan Investigasi

Haksono Santoso bukan sekadar pengusaha tambang timah biasa. Jejak bisnisnya yang kontroversial, keterlibatannya dalam dugaan penggelapan bernilai fantastis, hingga kemampuannya “menghilang” selama penyelidikan, menjadikannya sosok yang penuh tanda tanya.

Kasus ini kini bukan hanya soal penggelapan USD 2 juta, tetapi juga menyangkut transparansi penegakan hukum: apakah aparat mampu menangkap Haksono tanpa kompromi, serta membongkar jaringan yang diduga melindunginya. (*)

Berita Terkait

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
BP Batam Perkuat Perizinan untuk Pelaku Usaha
“Jelang Rakernas III PJS di Batam, Perkuat Koordinasi”
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:32 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 20:30 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0

Berita Terbaru