Bulog Pastikan Stok Beras Batam Aman 3 Bulan, Bantuan 101.390 PBP Disalurkan

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kacab Bulog Batam Asharyanti

Kacab Bulog Batam Asharyanti

Views: 631

BATAM – Perum Bulog Kantor Cabang Batam menyalurkan bantuan pangan beras kepada 101.390 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Penyaluran tersebut merupakan penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Bulog Kantor Cabang Batam, Ashariyanti saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di kawasan Pelita Nagoya, Batam, Rabu (2/9/2026).

Wilayah kerja Bulog Cabang Batam dalam program bantuan pangan tersebut mencakup dua daerah, yakni Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Data penerima bantuan menggunakan data penerima yang bersumber dari DTSEN dan merupakan pemutakhiran untuk periode triwulan III 2026.

Untuk Kota Batam, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 75.018 PBP, sedangkan Kabupaten Karimun sebanyak 26.372 PBP. Dengan demikian, total penerima bantuan pangan di dua wilayah tersebut mencapai 101.390 PBP.

Setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk periode tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran dilakukan dengan alokasi 10 kilogram beras per penerima setiap bulan.

“Untuk penerima bantuan pangan di Kota Batam ada 75.018 PBP, sedangkan Kabupaten Karimun 26.372 PBP. Masing-masing mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk periode tiga bulan, atau 10 kilogram setiap bulannya,” jelas pihak Bulog Cabang Batam.

Penyaluran Batam 25 Persen, Karimun 40 Persen

Penyaluran bantuan pangan di Kota Batam mulai berjalan sejak akhir Agustus 2026. Hingga Rabu (2/9/2026), realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 25 persen.

Sementara di Kabupaten Karimun, progres penyaluran tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 40 persen.

Bulog Cabang Batam menargetkan seluruh bantuan pangan untuk kedua wilayah tersebut dapat disalurkan hingga 30 September 2026.

Dari jumlah penerima tersebut, kebutuhan beras yang harus disalurkan juga cukup besar. Untuk Kota Batam, total kebutuhan beras mencapai sekitar 2.250.540 kilogram, sedangkan untuk Kabupaten Karimun mencapai 791.160 kilogram.

Dengan demikian, total beras yang dialokasikan untuk bantuan pangan di dua wilayah kerja Bulog Cabang Batam tersebut mencapai sekitar 3.041.700 kilogram atau lebih dari 3.041 ton.

Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Harapannya selain meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, program ini juga dapat membantu menekan laju inflasi, baik di Kota Batam maupun Kabupaten Karimun,” ujar pihak Bulog.

Bulog Jaga Ketersediaan Beras SPHP

Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog Kantor Cabang Batam juga mendapat penugasan untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Program SPHP ditujukan untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga beras medium di tingkat masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bulog menyalurkan beras SPHP melalui sejumlah mitra binaan. Penyaluran dilakukan melalui rumah pangan, toko pengecer, serta pedagang yang berada di pasar, baik pasar pencatatan maupun pasar nonpencatatan.

Beras SPHP juga dapat disalurkan melalui ritel modern maupun melalui kerja sama dengan instansi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah atau kegiatan pangan lainnya.

Untuk beras SPHP, harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram, atau sekitar Rp65.500 untuk kemasan 5 kilogram.

Khusus Kota Batam, ketersediaan beras menjadi perhatian karena Batam bukan merupakan daerah produsen beras. Karena itu, pasokan harus didatangkan dari daerah lain untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Bulog memastikan stok beras untuk Batam saat ini mencukupi kebutuhan hingga sekitar tiga bulan ke depan. Sistem pengelolaan stok dilakukan secara berkelanjutan, di mana beras yang keluar akan kembali dipasok dari daerah lain sehingga ketersediaan tetap terjaga.

“Batam bukan daerah produsen, sehingga kami menyesuaikan pasokan dari luar Batam. Ketersediaan untuk tiga bulan ke depan cukup dan akan selalu kami jaga. Ketika barang keluar, akan ada pasokan masuk lagi dari daerah lain,” jelasnya.

MinyaKita Juga Didistribusikan

Tidak hanya beras, Bulog Cabang Batam juga mendapat penugasan dalam pendistribusian minyak goreng MinyaKita.

Pendistribusian dilakukan melalui jaringan pengecer yang telah ditentukan, antara lain toko pengecer di pasar, rumah pangan Kita yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Batam, serta koperasi desa atau koperasi kelurahan yang memenuhi ketentuan sebagai mitra distribusi.

Skema tersebut diarahkan untuk memastikan MinyaKita tersedia di tengah masyarakat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Bulog berharap penyaluran beras SPHP dan MinyaKita dapat berjalan secara konsisten sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap pangan, tetapi juga memperoleh harga yang stabil.

Ketiga program tersebut, yakni bantuan pangan, SPHP, dan pendistribusian MinyaKita, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga kebutuhan pokok di Batam dan Karimun.

Bulog Cabang Batam menegaskan akan terus memantau kondisi stok dan distribusi di lapangan agar pasokan pangan tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat.

 

Berita Terkait

Sultan Penyanyi Legendaris Slowrock Malay akan Guncang Batam
HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejari Anambas Tabur Bunga dan Salurkan Bantuan Air Bersih
Bea Cukai Perkuat Pengawasan Laut Kepri, Sikat 800 Kg Ketamin hingga 75 Ton BBM Bermasalah
Warga Terdampak Kemarau, Polres Anambas Kirim 20 Ton Air Bersih ke Sri Tanjung
Masa Persidangan VI Ditutup, DPRD Inhil Buka Masa Persidangan VII Tahun Sidang 2026
Jurnalis Sebagai Pilar Keempat Demokrasi Modern
Pimpinan Lancangkuningnews.com Puji KJK dan LUKW UPN “Veteran”, Sukses Tingkatkan Kompetensi Wartawan
PLN Batam Lakukan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:19 WIB

Sultan Penyanyi Legendaris Slowrock Malay akan Guncang Batam

Rabu, 2 September 2026 - 18:03 WIB

Bulog Pastikan Stok Beras Batam Aman 3 Bulan, Bantuan 101.390 PBP Disalurkan

Selasa, 1 September 2026 - 21:26 WIB

HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejari Anambas Tabur Bunga dan Salurkan Bantuan Air Bersih

Selasa, 1 September 2026 - 18:45 WIB

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Laut Kepri, Sikat 800 Kg Ketamin hingga 75 Ton BBM Bermasalah

Selasa, 1 September 2026 - 07:16 WIB

Warga Terdampak Kemarau, Polres Anambas Kirim 20 Ton Air Bersih ke Sri Tanjung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!