Berikut Data Terbaru Kasus Stunting Desa Tanjung Simpang

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 662

lancangkuningnews.com. Inhil –  Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, yang seringkali tidak terlihat hingga anak berusia dua tahun.

Oleh karena itu, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat penting untuk mendapatkan perhatian, karena menjadi penentu pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Stunting dipicu oleh berbagai faktor, tidak hanya dari aspek gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita.

Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil melakukan Rembuk Stunting yang diadakan pada tahun 2019, telah menetapkan 25 lokus desa untuk intervensi spesifik dan sensitif dalam pencegahan stunting. Kecamatan Pelangiran, sebagai salah satu kecamatan lokus, telah ditunjuk untuk berperan aktif dalam penanganan stunting di tingkat desa. 

Pada tahun 2024, terdapat delapan Desa/Kelurahan yang menjadi fokus intervensi, yaitu Terusan Beringin Jaya, Tegal Rejo Jaya, Bagan Jaya, Tanjung Simpang, Saka Palas Jaya, Tagagiri Tama Jaya, Simpang Kateman, dan Kelurahan Pelangiran.

Di Desa Tanjung Simpang, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 9 kasus pada tahun 2022 menjadi 6 kasus pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024, jumlah kasus stunting meningkat kembali menjadi 8 kasus. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun intervensi telah dilakukan, masih diperlukan langkah-langkah penanganan yang lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah stunting secara efektif.

Beberapa upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Pelangiran meliputi sosialisasi ASI eksklusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pendampingan dalam pemberian MP-ASI, dan inovasi PENCETIN (Pelangiran Cegah Stunting) yang digagas oleh UPT Puskesmas Pelangiran. 

Namun, masih ada faktor determinan yang menjadi kendala, seperti akses terhadap air bersih dan jamban, serta perilaku merokok di rumah yang perlu diperhatikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil bersama Puskesmas melakukan monitoring dan analisis masalah yang terjadi di desa. Mereka menemukan bahwa pola asuh balita, pola konsumsi ibu hamil, serta perilaku hidup bersih dan sehat masih memerlukan intervensi lebih lanjut. 

Ibu hamil yang mengalami anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) telah mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada anak.

Kelompok berisiko yang perlu mendapatkan perhatian lebih meliputi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan anak usia di bawah dua tahun. Penyuluhan dan pendidikan gizi untuk kelompok ini sangat penting agar mereka dapat berperilaku sehat dan memastikan pertumbuhan yang optimal bagi anak-anak mereka.

Pemerintah Kecamatan Pelangiran berharap dukungan dari berbagai sektor untuk menangani dan mencegah bertambahnya kasus stunting. Kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. 

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan angka stunting di Kecamatan Pelangiran dapat terus menurun, sehingga anak-anak di wilayah ini tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.(Adv)

Berita Terkait

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat
Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi
Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir
Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian
Bupati Aneng Hadiri HUT ke-81 TNI di Lanal Tarempa
Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:20 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Berita Terbaru