Atasi Kebutuhan Air, BP Batam Perkuat Interkoneksi Pipa Nongsa

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano (ket/photo)

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano (ket/photo)

Views: 615

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelasnya.

Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).

Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.

“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.

Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +2,63.

BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.

Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian 1 Oktober 2026.

“Memang kondisi sekarang ini bukan hanya di Batam, tapi di seluruh Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.

Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.

Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.

“PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa.” Terang Denny.

Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.

Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya.

“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak.” kata Denny.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.

Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam.

Berita Terkait

Imigrasi Batam Perketat Pengawasan, 1.009 Keberangkatan Diduga PMI Nonprosedural Ditunda
HUT ke-81 TNI, 45 Personel Polres Kepulauan Anambas Ikuti Parade dan Defile di Tarempa
Jelang Pilkades Serentak, Polsek Siantan Hidupkan Satkamling dan Ajak Warga Jaga Persaudaraan
PLN Batam Ucapkan Selamat kepada Bahlil Lahadalia Menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
SK KPID 2025–2028, Gubernur Kepri Serahkan ke DPRD
Amsakar-Li Fokus Tangani Banjir Bengkong Swadebi
Tanjakan Vista Dipantau, BP Batam Siapkan Penguatan Jalan
AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, Ekosistem Media Didukung BP Batam

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Atasi Kebutuhan Air, BP Batam Perkuat Interkoneksi Pipa Nongsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Imigrasi Batam Perketat Pengawasan, 1.009 Keberangkatan Diduga PMI Nonprosedural Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

HUT ke-81 TNI, 45 Personel Polres Kepulauan Anambas Ikuti Parade dan Defile di Tarempa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:29 WIB

PLN Batam Ucapkan Selamat kepada Bahlil Lahadalia Menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

SK KPID 2025–2028, Gubernur Kepri Serahkan ke DPRD

Berita Terbaru

Upacara HUT TNI Ke-81  di Tarempa (ket/photo)

Pilihan Editor

Bupati Aneng Hadiri HUT ke-81 TNI di Lanal Tarempa

Senin, 5 Okt 2026 - 19:41 WIB

error: Content is protected !!