
Anambas – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,83 persen pada Triwulan IV 2024, mencapai Rp7,01 triliun. Total aset BSI juga menembus Rp409 triliun, tumbuh 15,55 persen secara year-on-year (yoy).
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan pencapaian ini tidak lepas dari strategi New Game Changer yang diterapkan, termasuk pengembangan platform digital. “Alhamdulillah, meski tantangan ekonomi cukup besar, BSI mampu tumbuh dengan baik,” ujarnya dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI meningkat 11,46 persen menjadi Rp327 triliun, dengan dana murah (CASA) mencapai Rp197 triliun. Pembiayaan tumbuh 15,88 persen menjadi Rp278 triliun. Rasio Fee Based Income naik 32,58 persen, sementara Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing naik 0,14 persen dan 0,89 persen.
BSI juga masuk enam besar bank nasional berdasarkan aset pada November 2024, dengan pertumbuhan aset 17,19 persen. Tabungan meningkat double digit sebesar Rp12,74 triliun menjadi Rp133 triliun, memperkuat posisi BSI di industri perbankan nasional. (FD)















