Tembilahan, 21 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memastikan komitmen penuh dalam mendukung percepatan implementasi program strategis nasional BBM Satu Harga, meskipun hingga saat ini Inhil belum masuk dalam daftar capaian 100% Tahap IV tahun 2025–2026.
Berdasarkan surat resmi BPH Migas Nomor T-138/MG.05/DBBM/2026 tertanggal 14 April 2026, status Inhil masih berada pada tahap “dalam proses” menyusul hasil evaluasi dan monitoring pembangunan penyalur BBM di wilayah 3T.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Inhil Herman melalui Sekretaris Daerah, Tantawi Jauhari menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari dinamika pembangunan, bukan bentuk kegagalan.
“Pemkab Inhil tetap konsisten dan serius mengawal program BBM Satu Harga. Belum tercapainya 100% pada Tahap IV bukan berarti stagnasi, melainkan proses yang terus berjalan dengan koordinasi intensif bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga,” ujarnya, Selasa (20/4/2026).
Menurutnya, karakteristik geografis Inhil yang didominasi wilayah perairan, pesisir, dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur penyalur BBM.
“Pembangunan di wilayah seperti Inhil membutuhkan pendekatan teknis yang lebih komprehensif. Mulai dari distribusi material, aspek perizinan, hingga keamanan penyalur menjadi perhatian utama pemerintah,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Inhil tetap menargetkan penyelesaian seluruh titik penyalur pada Tahap IV dapat tercapai secara maksimal pada akhir tahun 2026. Saat ini, progres implementasi telah melampaui 65 persen, dengan sejumlah titik yang masih menunggu penyelesaian konstruksi dan perizinan operasional dari BPH Migas.
“Kami optimistis, melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak Pertamina, masyarakat Inhil, khususnya di wilayah terpencil, segera merasakan keadilan energi melalui harga BBM yang setara,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak Pertamina memastikan kondisi ketersediaan energi di Inhil tetap aman. Kepala Depot Pertamina Seberang Tembilahan, Fahrudi menyampaikan bahwa stok BBM subsidi dalam kondisi mencukupi.
“Distribusi Pertalite dan Solar berjalan normal ke seluruh SPBU dan penyalur yang telah beroperasi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan Pemkab Inhil akan terus diperkuat guna mendukung percepatan operasional titik-titik BBM Satu Harga yang masih dalam tahap penyelesaian.
Program BBM Satu Harga sendiri merupakan kebijakan strategis pemerintah melalui BPH Migas untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga BBM, khususnya jenis Pertalite dan Solar, di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam pemerataan energi nasional. (Thonk)















