Pegawai Setwan Kepri Bantah Terima Dana Tiket Pesparawi, Rp700 Juta Disebut Masuk Rekening Perusahaan

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Pasparawi Asal Tanjungpinang Gagal Berangkat Ke Manokwari (dok/photo)

Peserta Pasparawi Asal Tanjungpinang Gagal Berangkat Ke Manokwari (dok/photo)

Views: 3,621

TANJUNGPINANG — Polemik pembiayaan perjalanan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kota Tanjungpinang menuju ajang Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat, kembali bergulir.

Pegawai Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Hendra Eka Putra, memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana pengadaan tiket yang sebelumnya menjadi sorotan. Ia secara tegas membantah adanya dana pengadaan tiket yang masuk ke rekening pribadinya.

Dalam keterangannya kepada media, Rabu (1/7/2026), Hendra menyatakan bahwa pembayaran tiket senilai Rp700 juta dilakukan secara langsung kepada PT Rizki Evanti Bersahaja selaku perusahaan penyedia jasa perjalanan.

“Saya ingin menyampaikan klarifikasi bahwa informasi yang menyebut saya menerima dana tersebut tidak benar. Saya tidak menerima uang transfer itu. Dana ditransfer langsung ke rekening perusahaan,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, penjelasan tersebut penting disampaikan untuk meluruskan informasi mengenai pihak yang menerima dan mengelola pembayaran dalam proses pengadaan perjalanan kontingen.

Di tengah persiapan keberangkatan, Hendra juga mengaku mengeluarkan dana pribadi untuk memastikan sebagian kebutuhan perjalanan peserta tetap terpenuhi. Pengeluaran tersebut dilakukan secara bertahap selama proses perjalanan berlangsung.

Pada 18 Juni 2026, ia menyebut telah membiayai pembelian tiket penerbangan rute Batam–Manokwari untuk 11 orang tim official dengan nilai Rp120 juta. Pada waktu yang sama, ia juga membayar akomodasi enam kamar hotel sebesar Rp5,76 juta.

Pengeluaran kembali dilakukan pada 24 Juni 2026. Hendra mengaku membeli tiket rute Batam–Jakarta–Manokwari bagi 27 peserta dengan nilai Rp267.678.533. Selain tiket, terdapat pembayaran dua kamar hotel senilai Rp1,9 juta.

Sehari kemudian, 25 Juni 2026, ia kembali mengeluarkan dana untuk pembelian tiket tambahan bagi 27 peserta sebesar Rp51.097.000.

Namun, rangkaian perjalanan tersebut akhirnya tidak berlanjut hingga Manokwari. Salah satu persoalan yang muncul adalah tidak tersedianya penerbangan lanjutan menuju Manokwari pada hari yang sama.

Kondisi itu membuat rombongan harus kembali bermalam di Jakarta. Hendra menyebut dirinya kembali menanggung biaya akomodasi sebanyak 14 kamar hotel dengan nilai Rp9,8 juta.

Selain itu, ia juga mengeluarkan biaya tiket kepulangan peserta menuju Tanjungpinang pada 26 Juni 2026 sebesar Rp52.109.218.

Jika seluruh pengeluaran tersebut dijumlahkan, Hendra menyebut dana pribadi yang telah dikeluarkannya mencapai Rp508.344.751.

“Secara keseluruhan saya telah mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp508.344.751 untuk membiayai sebagian kebutuhan perjalanan tersebut,” katanya.

Bukan Masalah Anggaran

Hendra juga membantah anggapan bahwa gagalnya keberangkatan kontingen disebabkan persoalan ketersediaan anggaran.

Menurut dia, persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan perubahan jadwal penerbangan dan belum adanya kesepakatan mengenai skema penjadwalan ulang perjalanan menuju Manokwari.

Ia menjelaskan, perubahan jadwal tersebut berdampak terhadap waktu kedatangan kontingen di lokasi perlombaan. Pihak penyedia jasa perjalanan, kata Hendra, mempertimbangkan kemungkinan peserta tiba setelah jadwal perlombaan berlangsung.

Ia menyebut pihak penyedia jasa berpendapat bahwa apabila peserta tiba terlambat di Manokwari, mereka dikhawatirkan tidak dapat mengikuti jadwal perlombaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, Hendra menegaskan, persoalan yang terjadi dalam keberangkatan kontingen perlu dilihat secara utuh, termasuk mekanisme pembayaran tiket, penggunaan dana, perubahan jadwal penerbangan, hingga keputusan terkait keberlanjutan perjalanan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Hendra sebagai respons terhadap informasi yang berkembang di tengah polemik keberangkatan kontingen Pesparawi Kota Tanjungpinang ke tingkat nasional.

Ia berharap penjelasan mengenai aliran dana dan pengeluaran perjalanan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses yang terjadi sebelum kontingen akhirnya tidak melanjutkan perjalanan ke Manokwari. (Anton)

Berita Terkait

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Ucapkan Selamat HUT ke-33 UNRIKA, Dorong Terus Lahirkan SDM Unggul
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Ucapkan Selamat HUT ke-33 UNRIKA, Dorong Terus Lahirkan SDM Unggul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58

Berita Terbaru

error: Content is protected !!