Jelang Idul Fitri 2026, PLN Batam Pastikan Listrik Aman dengan Cadangan Hingga 880,8 MW

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – PT PLN Batam memastikan ketersediaan cadangan pasokan listrik di wilayah Batam dan Bintan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Meski lonjakan beban puncak diproyeksikan terjadi pada 26 Maret mendatang, perusahaan telah menyiapkan strategi keandalan sistem untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa daya mampu pasok sistem Batam-Bintan saat ini mencapai 880,8 megawatt (MW). Sementara beban puncak tertinggi diperkirakan menyentuh 761 MW pada 26 Maret 2026, bertepatan dengan arus balik masyarakat ke Batam.

“Secara umum, proyeksi neraca daya selama periode siaga kelistrikan RAFI 2026 pada 6 hingga 31 Maret berada dalam kondisi normal,” ujar Samsul di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan, puncak konsumsi listrik di Batam umumnya tidak terjadi saat Hari Raya Idul Fitri. Hal ini disebabkan banyak warga yang mudik ke kampung halaman.

“Biasanya bukan pada 20 atau 21 Maret karena banyak warga Batam yang mudik. Justru puncaknya diperkirakan pada 26 Maret saat masyarakat kembali,” jelasnya.

Pada hari raya, kebutuhan listrik justru diprediksi menurun. PLN Batam mencatat, beban listrik pada 20 Maret 2026 diperkirakan sebesar 547,9 MW dengan cadangan daya 332,9 MW dan reserve margin 60,8 persen.

Sementara pada 21 Maret 2026, beban puncak diproyeksikan mencapai 556,3 MW dengan cadangan daya sebesar 324,5 MW serta reserve margin sekitar 58,3 persen.

Secara keseluruhan, beban listrik selama periode RAFI 2026 diperkirakan meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain memastikan kecukupan pasokan, PLN Batam juga menjamin ketersediaan energi primer untuk pembangkit dalam kondisi aman. Untuk menjaga keandalan sistem, perusahaan menyiapkan 35 posko siaga dengan total 712 personel yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

Personel tersebut mencakup petugas pengatur beban, pembangkitan, transmisi, gardu induk, distribusi, hingga tim teknologi informasi dan logistik.

Tak hanya itu, berbagai peralatan pendukung juga telah disiapkan, seperti kendaraan operasional, genset mobile, gardu portable, serta trafo mobile guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan selama periode siaga.

“Strategi operasi kami difokuskan pada menjaga kecukupan daya, memastikan kesiapan pembangkit, serta memaksimalkan monitoring sistem agar pasokan listrik tetap andal selama RAFI,” tutup Samsul.

Berita Terkait

PLN Batam Ajak Warga Jaga Fasilitas Kelistrikan Demi Kelancaran Distribusi Listrik
PLN Batam Raih Apresiasi BP Batam, Dinilai Berperan Dorong Investasi dan Ekonomi Daerah
PLN Batam Imbau Warga Waspada Pencurian Kabel Listrik, Ancam Pasokan dan Keselamatan
PLN Batam Mulai Bangun PLTGU 120 MW, Tonggak Baru Penguatan Listrik untuk Industri Batam

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:51 WIB

PLN Batam Ajak Warga Jaga Fasilitas Kelistrikan Demi Kelancaran Distribusi Listrik

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:32 WIB

PLN Batam Raih Apresiasi BP Batam, Dinilai Berperan Dorong Investasi dan Ekonomi Daerah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:29 WIB

Jelang Idul Fitri 2026, PLN Batam Pastikan Listrik Aman dengan Cadangan Hingga 880,8 MW

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:19 WIB

PLN Batam Imbau Warga Waspada Pencurian Kabel Listrik, Ancam Pasokan dan Keselamatan

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:10 WIB

PLN Batam Mulai Bangun PLTGU 120 MW, Tonggak Baru Penguatan Listrik untuk Industri Batam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!