RAPBD 2026, Bupati Berjuang Sendiri, Koalisi Inhil Hebat ke Mana?

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 707

Oleh: H. Kartika Roni

Pembahasan RAPBD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2026 tak lagi sekadar agenda rutin anggaran. Forum ini telah berubah menjadi etalase terbuka yang memperlihatkan kegagalan politik secara telanjang.

Publik menyaksikan satu pemandangan yang sulit dibantah: Bupati H. Herman berdiri sendirian, dihujani kritik dari berbagai arah, sementara Koalisi Inhil Hebat—yang dahulu lantang menjual janji perubahan—kini memilih diam, menghilang, dan menjadi penonton yang tak bertanggung jawab.

Inilah wajah politik Inhil hari ini: keras saat kampanye, bisu ketika tanggung jawab datang.

RAPBD 2026 dipaparkan seperti laporan teknis tanpa jiwa. Angka-angka berderet rapi, tetapi visi kabur, prioritas tak terbaca, dan keberpihakan kepada rakyat nyaris tak terasa. Belanja rutin kembali membengkak, sementara program strategis belum mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, kritik DPRD menjadi keniscayaan. Pemerintah daerah sendiri yang membuka celah kelemahannya.

Namun yang paling memuakkan bukan hanya buruknya kualitas paparan anggaran, melainkan hilangnya Koalisi Inhil Hebat dari panggung tanggung jawab. Koalisi yang dulu berteriak “perubahan” kini amnesia ketika perubahan itu dipertanyakan.

Tak ada pembelaan, tak ada narasi tandingan, tak ada keberanian politik. Seolah setelah kekuasaan diraih, komitmen kolektif tak lagi penting.

Di titik inilah publik patut jujur membaca situasi. Koalisi Inhil Hebat tampaknya lebih dibangun atas dasar transaksi kekuasaan ketimbang idealisme. Ia hidup saat butuh suara, dan mati saat dituntut bertanggung jawab. Jabatan telah diamankan, selebihnya masing-masing kembali mengurus kepentingan sendiri.

Bupati H. Herman memang menjadi korban dari koalisi yang rapuh dan oportunistik. Namun ia juga tak bisa sekadar berlindung di balik posisi korban. Kepemimpinan menuntut lebih dari sekadar bertahan dari serangan. Ia menuntut kecakapan membaca situasi dan mengendalikan keadaan.

Ketika dukungan politik melemah, seharusnya ada strategi. Ketika kepercayaan publik menurun, seharusnya ada terobosan. Dan ketika anggaran dipertanyakan, seharusnya ada kejelasan arah pembangunan.

Yang terjadi justru sebaliknya. Pemerintah terlihat defensif, komunikasi publik buruk, dan narasi pembangunan kehilangan daya hidup. Akibatnya, pembahasan RAPBD berubah menjadi arena saling curiga: DPRD menyerang, pemerintah bertahan, koalisi menghilang, dan rakyat—lagi-lagi—hanya menjadi latar penderita.

Padahal, rakyatlah yang seharusnya menjadi pusat dari setiap angka dalam RAPBD.

Pertanyaannya kini sederhana namun menghantam: untuk siapa sebenarnya kekuasaan ini dijalankan?

Jika Koalisi Inhil Hebat hanya muncul saat kampanye dan menghilang saat tanggung jawab datang, maka publik berhak menyimpulkan bahwa koalisi ini bukan alat perubahan, melainkan kendaraan kekuasaan murahan.

Dan jika seorang bupati terus dibiarkan bertarung sendirian tanpa dukungan politik yang jujur dan sehat, jangan heran bila masa depan Indragiri Hilir tak lagi ditentukan oleh visi pembangunan, melainkan oleh intrik, kompromi gelap, dan perang kepentingan.

Sejarah tak akan peduli siapa yang paling lihai berpidato di ruang sidang. Sejarah hanya akan bertanya satu hal: siapa yang benar-benar berjuang untuk rakyat, dan siapa yang berkhianat demi kekuasaan. (Thonk)

Berita Terkait

Ketua DPRD Inhil Dukung Lapangan Tembak Arisman Zakaria untuk Pembinaan Atlet
Ranperda Perubahan APBD 2026 Disetujui DPRD Inhil
DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati
Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026
Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026
Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Penyambutan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Ketua DPRD Inhil Dukung Lapangan Tembak Arisman Zakaria untuk Pembinaan Atlet

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Ranperda Perubahan APBD 2026 Disetujui DPRD Inhil

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:23 WIB

DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:22 WIB

Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru