Dokter RSUD Tarempa Diduga Tak Masuk Kerja 60 Hari, Management Siapkan Sanksi Tegas 

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 696

Anambas, Lancangkuningnews.com – Seorang dokter umum berinisial Ev di RSUD Tarempa terancam diberhentikan dari jabatannya setelah tercatat tidak masuk kerja selama 60 hari dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2025. Kasus ini kini ditangani secara resmi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Diketahui, dokter Ev telah dibebastugaskan sejak sekitar satu setengah tahun lalu karena diduga mengalami gangguan emosional. Ia kerap marah-marah tanpa sebab dan melamun di tempat kerja, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan pasien maupun rekan sejawat.

Tim Pemeriksa Dibentuk

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Penilaian Kinerja, dan Penghargaan BKPSDM Anambas, Dony Warjianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

“Tim pemeriksa sudah dibentuk dan terdiri dari unsur BKPSDM, Inspektorat, Dinas Kesehatan, serta manajemen RSUD Tarempa,” ujar Dony kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Namun, proses pemeriksaan belum bisa dilakukan karena dokter Ev masih berada di luar daerah. “Terakhir, dia mengirim surat keterangan sakit dari RS Awal Bros Batam. Kami masih menunggu kepulangannya,” jelasnya.

Langgar Disiplin Berat

Berdasarkan hasil investigasi awal, dokter Ev tercatat tidak masuk kerja selama 60 hari dalam enam bulan pertama tahun 2025. Menurut Dony, hal ini termasuk pelanggaran disiplin berat sesuai aturan kepegawaian.

Meski begitu, Direktur RSUD Tarempa Rini Gumalasari menyebut bahwa dokter Ev sudah dibebastugaskan sejak 1,5 tahun lalu karena alasan kesehatan jiwa. “Biasanya instansi asal melakukan pembinaan terlebih dahulu. Jika tidak bisa ditangani secara internal, baru kasusnya dilimpahkan ke BKPSDM,” jelas Dony.

Usulan Pemberhentian Sudah Masuk

RSUD Tarempa sebelumnya telah menggelar sidang kode etik pada 1 September 2025 dan memutuskan untuk mengusulkan pemberhentian dokter Ev. Hasil sidang tersebut telah diterima BKPSDM pada Senin (13/10/2025).

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas juga mengirimkan surat tertanggal 11 Oktober 2025 yang berisi usulan resmi pemberhentian dari jabatan dokter.

Dony menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat terkait pasien yang dirugikan akibat tindakan dokter Ev. “Belum ada laporan dari masyarakat. Mudah-mudahan memang tidak ada,” ujarnya.

Proses Akan Transparan

BKPSDM memastikan proses pemeriksaan akan berjalan transparan dan objektif. “Kami akan memprosesnya sesuai aturan hukum kepegawaian agar publik mengetahui hasil akhirnya,” tegas Dony.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas karena menyangkut disiplin aparatur negara sekaligus integritas tenaga medis yang berperan langsung dalam menjaga keselamatan masyarakat.(Fn)

Berita Terkait

Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta
Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen
“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”
Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian
Investasi Rp600 Miliar, Amsakar Groundbreaking SWRO Kabil Dukung Ekspansi Data Centre Batam
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam
Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:13 WIB

Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta

Minggu, 8 November 2026 - 14:27 WIB

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

Sabtu, 7 November 2026 - 13:02 WIB

“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”

Kamis, 5 November 2026 - 21:27 WIB

Investasi Rp600 Miliar, Amsakar Groundbreaking SWRO Kabil Dukung Ekspansi Data Centre Batam

Kamis, 5 November 2026 - 17:37 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Berita Terbaru