Insiden Ojol Dilindas Kendaraan Taktis Polisi, Senat Mahasiswa STAINSAR Kepri dan Publik Kritik Tuntut Reformasi Polri

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 602

Anambas, Lancangkuningnews.com – Gelombang keprihatinan sekaligus kemarahan publik atas berbagai insiden kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian kembali memuncak. Puncaknya, seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban setelah dilindas kendaraan taktis milik polisi saat pengamanan aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025 lalu.

Insiden memilukan itu dinilai bukan hanya melukai rasa keadilan publik, tetapi juga memperlihatkan kegagalan Polri dalam menjalankan fungsi dasarnya sebagai pelindung masyarakat. Ungkapan “All Cops Are Bastards (ACAB)” kembali menggema di berbagai ruang publik sebagai bentuk kritik keras terhadap institusi kepolisian yang dianggap belum akuntabel.

Ketua Komisi II Senat Mahasiswa STAINSAR Kepri, Ismet Dwi Agus Riauwaldi, menegaskan bahwa kritik mahasiswa bukanlah sikap anti-negara, melainkan keberpihakan pada nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
“Ketika kekerasan dilegalkan atas nama stabilitas, dan hukum hanya berpihak pada kekuasaan, maka suara-suara dari jalanan adalah satu-satunya kontrol sipil yang tersisa,” tegasnya.

Berbagai kasus penyiksaan demonstran, kriminalisasi warga kecil, hingga pembungkaman kritik disebut sebagai bukti bahwa aparat kerap bertindak seolah berada di atas hukum. Padahal, dalam sistem demokrasi, kekuasaan seharusnya diawasi, bukan dipuja.

Masyarakat menilai, sekadar permintaan maaf atau rotasi jabatan tidak cukup. Reformasi menyeluruh di tubuh Polri menjadi tuntutan utama. Beberapa langkah konkret yang didorong publik antara lain penguatan pengawasan eksternal, transparansi penanganan kasus kekerasan oleh aparat, hingga pembentukan lembaga independen untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM.

“Kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang bisa dituntut, melainkan harus diraih melalui perubahan nyata. Jika negara sungguh ingin menjaga demokrasi, maka tidak ada tempat bagi budaya represif dalam tubuh institusi hukum,” ujar Ismet.

Seruan reformasi Polri pun semakin lantang terdengar. Publik menegaskan, reformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum. (FD)

Berita Terkait

Bupati Aneng Tutup Rangkaian Kegiatan dengan Senam Yel-Yel, Pererat Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan
Siapkan Putra-Putri Terbaik, Bupati Anambas Buka Diklat Calon Paskibraka 2026
Nyanyang Haris Pratamura, Jalan Santai Jadi Momen Pererat Silaturahmi dengan Warga Kepri
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Bupati Aneng Tutup Rangkaian Kegiatan dengan Senam Yel-Yel, Pererat Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Siapkan Putra-Putri Terbaik, Bupati Anambas Buka Diklat Calon Paskibraka 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Nyanyang Haris Pratamura, Jalan Santai Jadi Momen Pererat Silaturahmi dengan Warga Kepri

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!