Terkesan Bungkam, PPK Proyek Pelabuhan Roro Letung Tahap II Jadi Sorotan Public 

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 699

Anambas, Lancangkuningnews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Roro Penyeberangan Letung Tahap II di Desa Kuala Maras kembali menjadi sorotan. Pasalnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Abraham Lucky Geraldo, terkesan bungkam saat dimintai klarifikasi oleh awak media terkait progres pekerjaan serta sejumlah persoalan di lapangan.

Saat dihubungi wartawan awak media melalui pesan WhatsApp, Abraham tidak memberikan balasan atas pertanyaan yang diajukan seputar progres pekerjaan, rencana percepatan, hingga penanganan masalah teknis tidak memperoleh jawaban sampai saat ini

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat keterbukaan informasi publik sangat penting demi transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Sementara itu, di lapangan, sejumlah persoalan teknis sudah terlihat. Salah satunya, pekerjaan composite wrapping pembungkus tiang pancang yang baru dibangun dilaporkan sudah terlepas dari sarungnya. Hal ini semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap kualitas pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp31,18 miliar dari APBN 2024 tersebut.

Proyek pembangunan Pelabuhan Roro Penyeberangan Letung Tahap II ini dikerjakan sejak 7 Juni hingga Desember 2024, dengan PT Priangan Raya Utama sebagai pengawas teknis. Namun, lemahnya pengawasan dari PPK dituding sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya persoalan di lapangan.

Menurut regulasi, pejabat atau penyedia jasa yang terbukti lalai dalam melaksanakan proyek negara dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, keterlambatan dan kegagalan konstruksi dapat berujung pada:

  • Denda keterlambatan dan pemotongan pembayaran progres pekerjaan.
  • Pemutusan kontrak secara sepihak apabila pekerjaan tidak sesuai spesifikasi atau terjadi wanprestasi.
  • Sanksi daftar hitam (blacklist) bagi kontraktor maupun konsultan pengawas yang lalai.
  • Tuntutan pidana apabila ditemukan unsur korupsi, kolusi, atau penyalahgunaan anggaran sesuai UU Tipikor.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPK belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan pekerjaan maupun tanggapan atas keluhan masyarakat. (FD)

Berita Terkait

Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta
Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen
“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”
Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian
Investasi Rp600 Miliar, Amsakar Groundbreaking SWRO Kabil Dukung Ekspansi Data Centre Batam
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam
Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:13 WIB

Rakernas III PJS Batam Sukses Digelar, Budiono Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Swasta

Minggu, 8 November 2026 - 14:27 WIB

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

Sabtu, 7 November 2026 - 13:02 WIB

“Rakernas III PJS Sukses, Pulau Mas Kawin Jadi Saksi Bahagia Ketum Mahmud Marhaba dan Wina”

Kamis, 5 November 2026 - 21:27 WIB

Investasi Rp600 Miliar, Amsakar Groundbreaking SWRO Kabil Dukung Ekspansi Data Centre Batam

Kamis, 5 November 2026 - 17:37 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Berita Terbaru