Anambas, Lancangkuningnews.com – Proyek renovasi Pasar Loka Tarempa yang dikerjakan oleh PT Triderrick Sumber Makmur dan PT Samudra Anugrah Indah sebagai pelaksana kini menuai sorotan publik. Proyek yang menggunakan anggaran APBN senilai Rp27,5 miliar ini disebut-sebut mengalami hambatan serius karena adanya tunggakan pembayaran upah pekerja.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (2/6/2025), tidak tampak satu pun pekerja yang berada di lokasi proyek. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para tukang dan pekerja belum menerima gaji mereka, yang menyebabkan pekerjaan terhenti selama beberapa minggu terakhir.
“Sudah beberapa minggu tidak ada aktivitas. Ini proyek APBN, tapi bisa terhenti begitu saja. Semoga segera diselesaikan agar pembangunan bisa berjalan lagi,” ujar Win, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Win juga menyayangkan lambatnya progres pembangunan yang disebutnya baru mencapai sekitar 10 hingga 12 persen dalam lebih dari dua bulan. Ia khawatir proyek ini tidak akan selesai sesuai waktu yang ditargetkan.
“Pasar Loka ini punya banyak sejarah. Kami senang kalau direnovasi, tapi kalau begini terus, kapan selesainya? Proyek miliaran rupiah, tapi jalan di tempat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi pemerintah yang terlibat. Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan dan solusi agar pembangunan pasar bisa kembali dilanjutkan. (FD)















