Ancam Nelayan Anambas, Kapal Cantrang dan Kapal Ikan Asing Ambil Alih Ruang Tangkap

Selasa, 18 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 603

Anambas, lancangkuningnews.com – Maraknya operasi kapal ikan asing (KIA) dan kapal cantrang di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas semakin mengancam nelayan tradisional. Selain mengalami kehilangan serta kerusakan alat tangkap, keselamatan mereka saat melaut pun ikut terancam.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Syahputra, menyatakan bahwa situasi ini sudah masuk tahap ancaman serius bagi nelayan lokal.

Kapal cantrang dan kapal ikan asing mengambil alih ruang tangkap nelayan Anambas, menyebabkan mereka harus mencari ikan lebih jauh dengan risiko yang tinggi.

Nelayan Anambas harus pergi dari perairannya sendiri. Mereka mengalami kerugian besar karena alat tangkap seperti bubu ikan rusak dan hilang, terbawa jaring kapal cantrang dan kapal ikan asing,” ujar Dedi, Selasa (18/3/2025).

Dampak lainnya, ekosistem terumbu karang rusak akibat alat tangkap tidak ramah lingkungan yang digunakan kapal-kapal tersebut. Hal ini semakin memperburuk kondisi perikanan di Anambas.

Kerugian Capai Ratusan Juta

Kerugian materiil nelayan terus meningkat, terutama akibat hilangnya alat tangkap. Berdasarkan laporan nelayan, ada yang kehilangan hingga 20 unit bubu ikan, bahkan lebih. Jika dihitung total, nilai kerugian sudah mendekati Rp100 juta dan diperkirakan terus bertambah.

Nelayan kini semakin terjepit. Selain kerugian ekonomi, mereka juga takut kembali melaut jika situasi belum membaik.

Desakan Patroli dan Penegakan Hukum

Dedi mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil tindakan nyata. Jika kapal cantrang dan kapal ikan asing tidak segera ditertibkan, nelayan Anambas akan terus terpinggirkan.

Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran hak hidup nelayan Anambas. Kami meminta adanya patroli rutin dan penegakan hukum lebih efektif di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jika pemerintah terus lamban merespons, dampaknya akan meluas, tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga keberlanjutan sumber daya ikan di perairan Anambas. (FD)

Berita Terkait

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!