Diduga Lakukan Pungli ke Guru PAUD, Kades Air Biru Jemaja Diminta Mundur

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 602

Anambas, lancangkuningnews.com – Sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh kepala desa setempat. Jika tidak memberikan uang, mereka diancam pemecatan dan tidak diperpanjang Surat Keputusan (SK) sebagai guru PAUD.

Salah seorang guru PAUD Suka Damai yang enggan disebut namanya mengatakan, pada Desember 2024, Kades Air Biru meminta satu bulan gaji para guru dengan alasan untuk membayar hutang desa.

Kami diminta menyerahkan satu bulan gaji. Saya keberatan karena itu hak kami, bukan untuk menutupi hutang desa,” ujarnya kepada awak media, Senin (3/2/2024).

Ia juga mengungkapkan, ada 11 guru PAUD yang terdampak, termasuk istri kepala desa. Tiga guru yang tetap diperpanjang SK-nya diduga telah memenuhi permintaan kepala desa. Gaji guru PAUD di desa tersebut bervariasi, dengan kisaran Rp1.200.000 per bulan.

Akibat tidak memenuhi permintaan tersebut, beberapa guru PAUD tidak diperpanjang SK-nya pada 2025 dan telah digantikan oleh guru baru.

Kami sudah mengabdi selama empat tahun, tapi justru dipecat karena tidak memenuhi permintaan Kades. Kami berharap Dinas Pendidikan menanggapi masalah ini,” tambahnya.

BPD Air Biru Angkat Bicara

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Biru, Azwarman, membenarkan adanya laporan dari para guru PAUD. Pihaknya telah mengadakan musyawarah dan melaporkan kejadian ini ke Kecamatan Jemaja.

Kami sudah menyerahkan berita acara rapat ke kecamatan. Surat pengantar yang diminta pihak kecamatan juga segera kami penuhi agar laporan ini diteruskan ke Bupati, Inspektorat, dan Dinas PMD, ujar Azwarman.

Selain kasus pungli terhadap guru PAUD, ia juga mengungkapkan bahwa staf desa, RT, RW, serta tenaga kebersihan belum menerima gaji selama satu bulan di tahun 2024.

Menurutnya, Kepala Desa Air Biru tidak lagi mampu memimpin dan disarankan untuk mengundurkan diri.

Banyak masalah di desa ini. Keuangan desa pun tidak dipegang oleh bendahara, melainkan langsung oleh kepala desa. Saya rasa Kades sebaiknya mundur,” pungkasnya.

(FD)

Berita Terkait

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!