
Anambas, Lancangkuningnews.com – Masyarakat Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, patut berbangga memiliki benda bersejarah berupa meriam peninggalan penjajahan Belanda. Benda ini menjadi salah satu bukti perjuangan masa lampau yang masih terjaga hingga kini.
Antoni, tokoh muda Desa Ulu Maras, mengungkapkan bahwa keberadaan meriam tersebut menjadi simbol penting sejarah desa. “Benda bersejarah ini akan kami jaga sebaik mungkin sebagai bukti perjuangan masa lalu,” katanya, Senin (9/12/2024).
Desa Ulu Maras dikenal memiliki jejak sejarah sebagai salah satu lokasi strategis bagi penjajah Belanda di Pulau Jemaja. Saat ini, terdapat enam meriam yang tersebar di desa tersebut, lima di antaranya dipajang di depan Masjid Al Munawwarah, sementara satu lagi berada di depan Tugu Simpang Empat Ulu Maras.
Selain meriam, desa ini juga memiliki makam keramat Dato’ Kaye, seorang tokoh agama yang dihormati masyarakat setempat. “Desa Ulu Maras adalah salah satu desa tua di Pulau Jemaja. Besar harapan kami agar pemerintah turut peduli, misalnya dengan membangun jalan menuju makam keramat dan membuat museum untuk meriam ini,” tambah Antoni.
Benda-benda bersejarah ini diharapkan dapat menjadi tambahan bukti visual yang memperkaya pemahaman sejarah masyarakat setempat dan menjadi daya tarik wisata sejarah di Kepulauan Anambas. (Fd)















