Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting di Kecamatan Tempuling

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 674

lancangkuningnews.com. Inhil – Jumlah kunjungan posyandu meningkat pada tahun 2024, dan kasus stunting pada kecamatan Tempuling mengalami penurunan stuting setiap tahunnya, yakni pada tahun 2022 sebanyak 30 kasus stunting, tahun 2023 sebanyak 27 kasus stunting, dan pada tahun 2024 sebanyak 23 kasus stunting.

Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan tempuling telah berusaha untuk selalu menurunkan bahkan mencegah kejadian stunting melalui berbagai program yang dilaksanakan baik oleh pemerintah daerah maupun berkontribusi dalam keberhasilan program oleh dinas kesehatan Indragiri hilir.
Adapun berbagai upaya yang dilaksanakan pemerintah kecamatan tempuling bekerjasama dengan puskesmas sugai salak sebagai berikut:

1. Melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, kb, dan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan, 
2. Melakukan kegiatan pendampingan ASI eksklusif, kunjungan bumil KEK dan balita bermasalah gizi
3. Melakukan pelatihan penyiapan pemberian makan tambahan berbahan pangan lokal bagi kader
4. Pemberian tablet tambah darah bagi ibu hami dan remaja putri
5. Melakukan pembinaan pelaksaan aksi bergizi di sekolah SMP dan SMA yang ada di kecamatan tempuling
6. Melakukan sosialisasi 5 pilar STBM
7. Ikut mensukseskan program imunisasi, yaitu Crash Program Polio, BIAN, Kejar, dan PIN Polio tahap 2
8. Memilih dan menetapkan Bunda PAUD dan orang tua asuh stunting
9. Pelaksanaan komitmen percepatan Open Defecation Free (ODF)/Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)

Faktor Determinan yang perlu menjadi perhatian dalam usaha pencegahan balita stunting, yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan/pemahaman orang tua dan keluarga tentang pentingnya kunjungan rutin ke posyandu, imunisasi dasar lengkap, dan gizi seimbang bagi balita
2. Kondisi sanitasi lingkungan balita yang kurang layak menyebabkan banyak sumber penyakit yang akan bermunculan di kemudian hari
3. Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) berpengaruh terhadap penyebab stunting, hal ini dilihat dari data 23 balita stunting di kecamatan tempuling, 21 diantaranya tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap
4. Sumber air bersih yang dikonsumsi oleh anak stunting adalah air hujan. Oleh karena perlu adanya penyedian sumber air bersih yang layak bagi keluarga
5. Asap rokok berpengaruh terhadap kejadian stunting, hal ini dilihat dari 23 anak stunting, 20 diantaranya terpapar asap rokok.
6. Pola pikir sebagian orang tua dan keluarga bahwa pendek adalah salah satu faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua.(Adv)

Berita Terkait

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat
Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi
Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir
Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian
Bupati Aneng Hadiri HUT ke-81 TNI di Lanal Tarempa
Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:20 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Berita Terbaru