Kasus Stunting Desa Batang Tumu Berhasil Turun Melalui Berbagai Upaya Intervensi

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 671

lancangkuningnews.com. Inhil – Dalam upaya menanggulangi masalah stunting yang mengancam masa depan anak-anak, Desa Batang Tumu mencatat prestasi yang membanggakan. 

Data terbaru menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 1,5% pada tahun 2023 menjadi hanya 0,7% di tahun 2024. 

Ini merupakan hasil dari kerja keras pemerintah desa dan berbagai intervensi yang dilaksanakan untuk meningkatkan gizi pada anak-anak di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Masalah stunting, yang menjadi perhatian serius di Indonesia, bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitifnya. Dampak jangka panjangnya dapat menghambat kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stunting nasional sebesar 37,2%, dengan 18,0% anak pendek dan 19,2% anak sangat pendek.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, SKM, MKL mengatakan, “Kami sangat berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di desa kami. Melalui program-program seperti penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, dan dukungan bagi ibu hamil, kami berusaha memastikan setiap anak mendapatkan gizi yang cukup.” Ujar Rahmi Indrasuri 

Beberapa langkah strategis telah diambil, termasuk pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil, yang telah dilakukan di Posyandu, dan sosialisasi tentang pentingnya ASI eksklusif. Pemerintah desa juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk melakukan monitoring dan evaluasi pola konsumsi serta pola asuh yang diterapkan oleh masyarakat.

Faktor-faktor yang masih menjadi tantangan, seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi, terus dipantau. Beberapa wilayah di Desa Batang Tumu masih mengalami kesulitan dalam akses air bersih dan jamban, yang berkontribusi pada masalah gizi. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi lebih lanjut untuk memastikan semua ibu dan anak mendapatkan akses yang memadai terhadap gizi dan kesehatan.

Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak. Kami mengajak semua untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat.

Dengan penurunan angka stunting yang signifikan, Desa Batang Tumu memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak. Melalui upaya yang sinergis dan komitmen bersama, desa ini bertekad untuk terus berjuang melawan stunting demi generasi yang lebih baik.(Adv)

Berita Terkait

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat
Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi
Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir
Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian
Bupati Aneng Hadiri HUT ke-81 TNI di Lanal Tarempa
Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:20 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Berita Terbaru