Penurunan Kasus Stunting di Kecamatan Batang Tuaka Mengalami Tren Positif

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penurunan Kasus Stunting di Kecamatan Batang Tuaka Mengalami Tren Positif

lancangkuningnews.com. Inhil – Kecamatan Batang Tuaka berhasil mencatatkan penurunan angka kasus stunting yang signifikan dari tahun 2022 hingga 2024. Berdasarkan data yang dirilis oleh Puskesmas Sungai Piring, terjadi penurunan jumlah kasus stunting dari 38 kasus pada tahun 2022 menjadi 14 kasus pada tahun 2024. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat telah berhasil membawa perubahan positif dalam mengatasi masalah gizi kronis ini.

Stunting merupakan masalah serius yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring, beberapa desa seperti Sungai Dusun, Gemilang Jaya, dan Sialang Jaya menunjukkan penurunan kasus yang signifikan. Desa Sungai Dusun berhasil menurunkan kasus stunting dari 8 kasus pada tahun 2022 menjadi hanya 3 kasus pada tahun 2024. Namun, beberapa desa seperti Kelurahan Sungai Piring dan Desa Sungai Rawa masih mengalami fluktuasi, dengan sedikit peningkatan kasus pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Wilayah Puskesmas Sungai Raya juga mencatat peningkatan kasus di beberapa desa, seperti Desa Sungai Raya dan Desa Junjangan. Meski begitu, ada juga desa-desa yang berhasil menurunkan angka stunting, seperti Desa Tanjung Siantar dan Kuala Sebatu.

Faktor-faktor Penyebab Stunting

Penurunan angka stunting di Kecamatan Batang Tuaka tak lepas dari identifikasi faktor-faktor penyebab utama. Beberapa faktor determinan yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah tersebut antara lain:

    1.    Kurangnya Imunisasi Dasar Lengkap: Hanya 21,5% balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap, sehingga mereka lebih rentan terkena penyakit yang mempengaruhi gizi dan pertumbuhan.
    2.    Paparan Asap Rokok: Sebanyak 86% balita stunting terpapar asap rokok, yang sebagian besar berasal dari anggota keluarga yang merokok di rumah.
    3.    Tingkat Pendidikan Rendah: Sebesar 87,8% orang tua balita memiliki pendidikan rendah, yang berdampak pada kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi dan pola asuh yang baik.
    4.    Kekurangan MP-ASI yang Mengandung Protein Hewani: Sebanyak 85% balita stunting tidak menerima MP-ASI yang memadai, terutama yang mengandung protein hewani.
    5.    Keterbatasan Akses Sanitasi dan Air Bersih: Sebanyak 80% rumah balita stunting tidak memiliki jamban sehat, dan 78,5% balita tidak memiliki akses air bersih.

Upaya Perbaikan

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Puskesmas Sungai Piring untuk menurunkan angka stunting, di antaranya:

    •    Penyuluhan ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
    •    Kegiatan audit stunting serta rujukan balita ke rumah sakit daerah.
    •    Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kepada ibu hamil berisiko dan balita bermasalah gizi.
    •    Inovasi Program Gerakan Nikah Sehat (GANISA), yang melibatkan kerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat untuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin.

Upaya ini diharapkan dapat terus menekan angka stunting di Kecamatan Batang Tuaka, sehingga tercipta generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif. Adv

Berita Terkait

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama
Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa
Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027
Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam
Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat
Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam
Batam Tegas Berantas Komplotan Rayap Besi Perusak Fasilitas Publik

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:44 WIB

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:28 WIB

Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17 WIB

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WIB

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam

Berita Terbaru

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama (dok/photo)

Pilihan Editor

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:44 WIB

error: Content is protected !!