
lancangkuningnews.com. Tembilahan – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), secara resmi mendirikan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK). Langkah ini sesuai dengan amanah Pasal 11 Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK), di mana setiap daerah wajib menyelenggarakan pendidikan ini.
Penyelenggaraan PPWK di Kabupaten Inhil diawali dengan Surat Edaran Bupati Nomor: 200.1.2.2/1417/BKBP/TAHUN 2024 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat wawasan kebangsaan di wilayah tersebut.
Penjabat (Pj.) Bupati Inhil, Erisman Yahya, melalui Kepala Badan Kesbangpol Inhil, HM. Arifin, menyampaikan bahwa pengurus PPWK melibatkan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, Pemerintah Daerah, sektor swasta, media, dunia pendidikan, dan perguruan tinggi.
“Era ini penuh dinamika yang kompleks dan kompetitif. Semua pihak harus berperan aktif dalam proses ini,” ujar Arifin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan keberagaman bangsa.
Arifin menjelaskan bahwa keanekaragaman agama, budaya, dan suku bangsa di Indonesia memerlukan pendekatan yang sistematis untuk memperkuat persatuan. “Kita harus kembali mengingatkan anak bangsa akan konsensus kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” tambahnya.
PPWK, menurutnya, bertujuan membangun karakter bangsa dengan menanamkan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Selain itu, PPWK akan melibatkan berbagai program seperti pelatihan, penyuluhan, dan workshop yang memasukkan materi wawasan kebangsaan.
“Dengan kegiatan ini, kita harap generasi muda, khususnya milenial, menjadi pelopor perubahan yang memperkuat persatuan bangsa,” kata Arifin. Selain itu, PPWK juga akan merumuskan rekomendasi kebijakan terkait karakter dan wawasan kebangsaan.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Inhil berharap dapat membentuk masyarakat yang modern, maju, dan sejahtera, dengan dasar nilai-nilai Pancasila yang kokoh. (Anton)















