
lancangkuningnews.com. Tanjung Riau – SMA Negeri 24 Tanjung Riau tengah menjadi sorotan sejumlah orang tua murid. Keluhan muncul terkait pengelolaannya seolah-olah sekolah dinilai seperti milik pribadi oleh segelintir guru karena memiliki kedekatan dengan Kepala Sekolah.
Seorang wali murid, Pak Budi, mengungkapkan kekhawatirannya setelah mengetahui bahwa anaknya sering pulang terlambat dari sekolah, meski kegiatan belajar-mengajar berakhir pada pukul 12 siang. “Anak saya sering pulang malam, masih memakai seragam sekolah, dan alasannya ada kegiatan di luar sekolah. Saya sebagai orang tua tentu merasa was-was,” ungkap Pak Budi.
Lebih lanjut, Pak Budi dan beberapa orang tua lainnya mengharapkan adanya informasi yang lebih transparan dari pihak sekolah, terutama melalui grup WhatsApp orang tua murid. Namun, menurut informasi yang diterima, seorang guru Ibu Sila yang bertindak sebagai admin grup WhatsApp tersebut , telah membatasi akses komunikasi hanya untuk admin. Hal ini menimbulkan kekecewaan karena keluhan dari para orang tua tidak dapat disampaikan dengan leluasa.
“Kami sangat menyayangkan sikap guru yang tidak merespons keluhan para orang tua. Seharusnya, masalah ini bisa diatasi dengan bijak oleh para guru yang tergabung dalam grup WhatsApp,” ujar salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya itu, beberapa informasi yang beredar dari beberapa guru menyebutkan adanya ketidakselarasan di internal sekolah, pengelopokan guru terjadi akibat adanya unsur kedekatan dengan kepala sekolah yang lainnya merasa tersingkir disamping itu diduga memiliki beking di Dinas Pendidikan Kepri sehingga tidak bisa dipindahkan.
Seiring dengan berbagai masalah ini, para orang tua berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Pak Andi Agung, dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi di SMA Negeri 24. “Sudah lebih dari dua tahun Kepala Sekolah bertugas, dan kami merasa jabatannya perlu dipertimbangkan ulang,” tambah orang tua murid lainnya.
Para orang tua berharap agar komunikasi antara guru dan wali murid dapat berjalan dengan baik demi kebaikan siswa dan kelancaran kegiatan di sekolah. Mereka juga mendesak agar pihak Disdik Kepri segera melakukan evaluasi terhadap guru yang memiliki keterlibatan grup whatapp dapat memberikan solusi keluhan orang tua di SMA Negeri 24.(Red)















