35 Ribu Batang Kelapa Terancam Punah, Mahasiswa Desak Pemerintah Tanggap Atasi Hama Kumbang di Enok

Minggu, 12 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 689

lancangkuningnews.com. Inhil – Ribuan kebun kelapa milik warga di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, menghadapi ancaman serius akibat serangan hama kumbang yang telah merusak hingga 80 persen tanaman kelapa di Kelurahan Pusaran dan Desa Pengalihan. Sekitar 35 ribu batang kelapa yang sebelumnya produktif kini dalam kondisi kritis, mengakibatkan kerugian besar bagi petani lokal.

Serangan hama ini tidak hanya merusak daun, batang, dan buah kelapa, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan kelapa. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, lebih dari 3.000 batang kelapa telah mati, sementara puluhan ribu lainnya terancam mengalami nasib serupa.

Presiden Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI), Naufal Faskal Rifa’i, melalui Menteri Luar Kampus BEM UNISI, Riga Azmizal, mengecam lambannya respons pemerintah dalam menangani persoalan ini.

“Serangan hama ini bukan masalah sepele. Kami menuntut pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini sebelum kerugian semakin membesar,” ujar Riga Azmizal, Minggu (12/1/2025).

Ia menambahkan bahwa kelapa merupakan komoditas utama Kabupaten Indragiri Hilir, yang bahkan dikenal dengan julukan “Hamparan Kelapa Dunia.” Jika serangan ini tidak segera diatasi, dampaknya akan merusak perekonomian daerah dan mengancam penghidupan ribuan warga.

Mahasiswa UNISI juga mendukung upaya masyarakat yang telah melapor ke dinas terkait dan menggelar pertemuan dengan DPRD. Namun, jika pemerintah tetap lamban bertindak, Riga menegaskan bahwa hal ini akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Kami akan terus mengawal masalah ini. Jika pemerintah tidak segera bertindak, kehidupan petani akan semakin sulit, dan kami siap turun langsung bersama masyarakat untuk memperjuangkan hak mereka,” pungkasnya.

Masyarakat Kecamatan Enok kini hanya bisa berharap pada langkah nyata pemerintah untuk menyelamatkan perkebunan mereka. Tanpa intervensi cepat, ribuan batang kelapa yang menjadi tumpuan ekonomi mereka akan lenyap, membawa dampak besar bagi kesejahteraan mereka.

(Mhd)

Berita Terkait

DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati
Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026
Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2026
DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:23 WIB

DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:22 WIB

Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:17 WIB

DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026

Jumat, 25 September 2026 - 08:29 WIB

DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026

Berita Terbaru