35 Ribu Batang Kelapa Terancam Punah, Mahasiswa Desak Pemerintah Tanggap Atasi Hama Kumbang di Enok

Minggu, 12 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lancangkuningnews.com. Inhil – Ribuan kebun kelapa milik warga di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, menghadapi ancaman serius akibat serangan hama kumbang yang telah merusak hingga 80 persen tanaman kelapa di Kelurahan Pusaran dan Desa Pengalihan. Sekitar 35 ribu batang kelapa yang sebelumnya produktif kini dalam kondisi kritis, mengakibatkan kerugian besar bagi petani lokal.

Serangan hama ini tidak hanya merusak daun, batang, dan buah kelapa, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan kelapa. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, lebih dari 3.000 batang kelapa telah mati, sementara puluhan ribu lainnya terancam mengalami nasib serupa.

Presiden Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI), Naufal Faskal Rifa’i, melalui Menteri Luar Kampus BEM UNISI, Riga Azmizal, mengecam lambannya respons pemerintah dalam menangani persoalan ini.

“Serangan hama ini bukan masalah sepele. Kami menuntut pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini sebelum kerugian semakin membesar,” ujar Riga Azmizal, Minggu (12/1/2025).

Ia menambahkan bahwa kelapa merupakan komoditas utama Kabupaten Indragiri Hilir, yang bahkan dikenal dengan julukan “Hamparan Kelapa Dunia.” Jika serangan ini tidak segera diatasi, dampaknya akan merusak perekonomian daerah dan mengancam penghidupan ribuan warga.

Mahasiswa UNISI juga mendukung upaya masyarakat yang telah melapor ke dinas terkait dan menggelar pertemuan dengan DPRD. Namun, jika pemerintah tetap lamban bertindak, Riga menegaskan bahwa hal ini akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Kami akan terus mengawal masalah ini. Jika pemerintah tidak segera bertindak, kehidupan petani akan semakin sulit, dan kami siap turun langsung bersama masyarakat untuk memperjuangkan hak mereka,” pungkasnya.

Masyarakat Kecamatan Enok kini hanya bisa berharap pada langkah nyata pemerintah untuk menyelamatkan perkebunan mereka. Tanpa intervensi cepat, ribuan batang kelapa yang menjadi tumpuan ekonomi mereka akan lenyap, membawa dampak besar bagi kesejahteraan mereka.

(Mhd)

Berita Terkait

Milad ke-61 Inhil, Bupati Herman Ajak Seluruh Elemen Bangkitkan Marwah Daerah
PDAM Tirta Indragiri Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial
Polsek Keritang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Desa
Sinergi Polisi Dan Petani di Enok Dorong Ketahanan Pangan
Personel Polsek Enok Pantau Tanaman Pekarangan Warga, Dorong Produktivitas Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Polsek Keritang Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan Di Wilayah Binaan
Bupati Herman Dorong Revolusi Pelayanan Digital. Meiza Hardi, “IKD Sah dan Resmi”
Iwang Sujah Khairul SH Satukan RT, RW Serta Aparat Demi Sungai Beringin yang Lebih Hijau dan Bersih.

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:58 WIB

Milad ke-61 Inhil, Bupati Herman Ajak Seluruh Elemen Bangkitkan Marwah Daerah

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:18 WIB

PDAM Tirta Indragiri Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:52 WIB

Polsek Keritang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Desa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

Sinergi Polisi Dan Petani di Enok Dorong Ketahanan Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:54 WIB

Personel Polsek Enok Pantau Tanaman Pekarangan Warga, Dorong Produktivitas Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!