Ketua Satgas PMI Arba Udin, Kutuk Keras Tewasnya TKI usai Bentrok dengan Polisi Malaysia

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 603

BATAM – Ketua Satuan Tugas Pekerja Migran Indonesia (Satgas PMI), Arba Udin, menyampaikan kecaman keras atas insiden tragis yang menewaskan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Penang, Malaysia,Sabtu pekan lalu usai terlibat bentrok dengan aparat kepolisian Malaysia.

“Kami mengutuk keras tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa WNI, apalagi dalam situasi yang masih simpang siur dan belum terungkap secara utuh kronologinya. Nyawa TKI bukan barang murah yang bisa diabaikan seenaknya,” tegas Arba Udin dalam pernyataan resminya, Kamis (7/8/2025) malam.

Menurut informasi awal yang diterima Satgas PMI, korban diduga tewas setelah duel fisik dengan salah satu anggota kepolisian Malaysia di wilayah Penang. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dan resmi dari otoritas Malaysia terkait penyebab dan kronologi sebenarnya dari insiden berdarah tersebut.

Arba Udin mendesak Kementerian Luar Negeri RI dan perwakilan diplomatik Indonesia di Malaysia untuk segera turun tangan, menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, serta memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban.

“Kita tidak akan diam. Negara harus hadir! Pemerintah Indonesia wajib memastikan tidak ada lagi perlakuan semena-mena terhadap TKI. Kami minta kasus ini diusut tuntas, dan pelaku—siapa pun dia—harus bertanggung jawab,” lanjut Arba dengan suara penuh amarah.

Satgas PMI juga meminta Pemerintah Malaysia bersikap terbuka, transparan, dan kooperatif dalam menyampaikan hasil investigasi, serta menghindari tindakan represif terhadap warga migran, khususnya asal Indonesia.

“Ini soal nyawa anak bangsa. Jangan main-main dengan persoalan ini. Kalau perlu, kita tarik seluruh PMI dari wilayah-wilayah yang rawan perlakuan tidak manusiawi,” tegas Arba.

Satgas PMI menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap melakukan aksi solidaritas internasional jika proses hukum tidak berjalan adil. Pihak keluarga korban juga diminta untuk segera menghubungi Satgas PMI agar proses advokasi dapat segera dimulai. (Rls)

Berita Terkait

Kejari Anambas Edukasi Siswa SDN 001 Tarempa, Bangun Generasi Sadar Hukum Sejak Dini
Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Satlantas Anambas Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga
Bupati Aneng Tutup Rangkaian Kegiatan dengan Senam Yel-Yel, Pererat Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan
Siapkan Putra-Putri Terbaik, Bupati Anambas Buka Diklat Calon Paskibraka 2026
Nyanyang Haris Pratamura, Jalan Santai Jadi Momen Pererat Silaturahmi dengan Warga Kepri
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bangun Persatuan Lewat Olahraga, Wakil Bupati Anambas Tutup Open Turnamen Sepak Bola HUT Desa Payalaman

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Kejari Anambas Edukasi Siswa SDN 001 Tarempa, Bangun Generasi Sadar Hukum Sejak Dini

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Satlantas Anambas Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Bupati Aneng Tutup Rangkaian Kegiatan dengan Senam Yel-Yel, Pererat Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Siapkan Putra-Putri Terbaik, Bupati Anambas Buka Diklat Calon Paskibraka 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Nyanyang Haris Pratamura, Jalan Santai Jadi Momen Pererat Silaturahmi dengan Warga Kepri

Berita Terbaru

error: Content is protected !!