ANAMBAS – Tokoh pemuda Kecamatan Jemaja Timur, Antoni, yang juga anggota Lembaga Adat Melayu (LAM) setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Roro Tahap II di Kuala Maras. Meski tampak megah dari luar, ia menilai kondisi di bagian dalam justru memprihatinkan.

Dari hasil pantauannya pada Kamis (7/8/2025), Antoni menemukan sejumlah pekerjaan yang tidak dikerjakan sesuai rencana, di antaranya:
- Pemasangan ACP di bagian luar gedung utama untuk mencegah air hujan masuk ke ruang tunggu.
- Tiga pintu kamar mandi bagian luar yang belum terpasang.
- Logo kubah beton mushola yang belum dipasang.
- Perlengkapan di ruang tunggu terminal seperti kursi, meja, AC, dan kipas angin yang belum tersedia.

Proyek yang dikerjakan PT Samudera Anugrah Indah Permai (SAIP) dengan anggaran miliaran rupiah dari APBN 2024 ini, menurut Antoni, belum layak dianggap selesai.
“Kami sangat kecewa. Dari luar terlihat bagus, tapi di dalam sangat memprihatinkan. Ini menunjukkan pekerjaan tidak dilakukan maksimal,” tegasnya, Sabtu (9/8/2025).
Ia juga mempertanyakan kualitas pekerjaan dan pengawasan yang dilakukan selama proses pembangunan. Bahkan, ia meminta Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengusut tuntas dugaan penyimpangan pada proyek tersebut.
“Jangan biarkan Anambas menjadi ladang empuk bagi koruptor dan kontraktor nakal. Penegak hukum harus turun sebelum kerugian semakin besar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun konsultan proyek belum memberikan keterangan resmi. (FD)















