Tahun 2024 di Desa Terusan Beringin Jaya Kasus Stunting Menurun

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 668

lancangkuningnews.com. Inhil – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Meskipun kekurangan gizi dapat terjadi sejak dalam kandungan, kondisi stunting baru tampak setelah anak berusia dua tahun. Oleh karena itu, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi periode yang krusial dan memerlukan perhatian khusus dari semua pihak.

Faktor Penyebab Stunting

Stunting tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil atau anak balita, tetapi juga oleh berbagai faktor multidimensi lainnya. Intervensi pada 1.000 HPK terbukti menjadi langkah paling efektif dalam menurunkan prevalensi stunting. Dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan program-program intervensi dapat dilaksanakan secara sinergis.

Langkah-Langkah yang Diambil

Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir telah melakukan Rembuk Stunting pada tahun 2019 dan menetapkan 25 lokus desa untuk intervensi spesifik. Kecamatan Pelangiran termasuk dalam salah satu kecamatan yang bertanggung jawab dalam upaya penurunan stunting di tingkat desa. Pada tahun 2024, terdapat delapan desa/kelurahan yang menjadi fokus intervensi, yaitu Terusan Beringin Jaya, Tegal Rejo Jaya, Bagan Jaya, Tanjung Simpang, Saka Palas Jaya, Tagagiri Tama Jaya, Simpang Kateman, dan Kelurahan Pelangiran.

Data Prevalensi Stunting di Terusan Beringin Jaya

Analisis data menunjukkan prevalensi stunting di Desa Terusan Beringin Jaya mengalami peningkatan dari 8 kasus pada tahun 2022 menjadi 9 kasus pada tahun 2023. Namun, jumlah kasus menurun menjadi 6 pada tahun 2024. Meski terdapat penurunan, perlunya langkah-langkah lebih komprehensif dan berkelanjutan sangat jelas untuk menurunkan angka stunting secara signifikan di tahun-tahun mendatang.

Program Intervensi yang Dilaksanakan

Beberapa program intervensi yang telah dilaksanakan di Kecamatan Pelangiran meliputi:

Sosialisasi ASI Eksklusif untuk ibu hamil dan ibu balita.

Pendampingan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Pendidikan gizi bagi ibu hamil

Berita Terkait

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat
Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi
Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir
Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian
Bupati Aneng Hadiri HUT ke-81 TNI di Lanal Tarempa
Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Listrik Batam Pulih, BP Batam Kawal Normalisasi Layanan dan Aktivitas Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Organisasi PJS Siapkan Agenda Nasional di Batam, 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:20 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Berita Terbaru