Selamat Berpisah PWI, Sampai Jumpa di Ujung Jalan yang Sebenar-benarnya!

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum KJK

Ketum KJK

Views: 782

Oleh : Ady Indra Pawennari

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri

Tanjungpinang -Siang itu, Kamis, 27 Agustus 2026, jarum jam baru saja melewati pukul 14.50 WIB. Sebuah notifikasi WhatsApp dari seorang wartawan media siber masuk ke ponsel saya. Pesannya singkat, namun seketika meruntuhkan keheningan. Dia ingin mengonfirmasi dan minta komentar saya terkait PWI Pusat telah menerima pengunduran diri saya dan diminta segera menyerahkan kartu keanggotaan.

Saya termenung. Ada rasa sesak yang tiba-tiba menyergap dada. Saya tidak langsung merespons pesan itu karena lembaran hitam di atas putih yang dimaksud memang belum sampai ke tangan saya. Demi mencari kepastian, saya menghubungi Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani.

Di sinilah ironi itu dimulai. Surat berharga itu—Pemberitahuan Penerimaan Pengunduran Diri dari PWI Pusat Nomor: 886/PWI-P/LXXX/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Akhmad Munir dan Sekretaris Jenderal Marthen Selamet Susanto—ternyata sudah tiba.

Namun, surat yang sejatinya hak saya itu tertahan di tangan Ketua PWI Kepri. Bahkan, wartawan lebih duluan mendapatkannya ketimbang saya. Mengapa bahkan di detik-detik terakhir perpisahan, kejujuran begitu mahal harganya?

Alhamdulillah, takdir telah menggenapi jalannya. Surat pengunduran diri yang saya tandatangani sejak 5 Agustus 2026 itu, kini resmi disetujui. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya dinamika organisasi yang biasa. Namun bagi saya, ini adalah tentang prinsip, harga diri, dan batas akhir toleransi terhadap sebuah kepemimpinan.

Ketika seorang pemimpin tertinggi organisasi mengeluarkan pernyataan yang melabrak aturan main, yang terang-terangan bertentangan dengan AD/ART, bagi saya kata-katanya adalah keputusan yang mengikat.

Jika aturan dasar yang menjadi kompas organisasi saja bisa diabaikan tanpa rasa bersalah, maka bertahan di dalamnya adalah bentuk kompromi terhadap kehancuran moral. Mundur secara terhormat melalui mekanisme organisasi adalah satu-satunya jalan lurus yang tersisa untuk saya.

PWI telah memberi saya banyak pelajaran hidup, termasuk pelajaran paling pahit, bahwa ketulusan bisa dengan mudah ditumbangkan oleh ego, dan kebaikan yang kita tanam bisa dipangkas oleh belati pengkhianatan.

Ingatan saya seketika melayang, mundur jauh ke belakang pada dinginnya bulan Desember 2023. Saya masih ingat betul, bagaimana seorang pendusta datang mengetuk pintu rumah saya. Dengan tutur kata yang santun dan gurat wajah penuh harap, ia menyampaikan niatnya.

Ia memohon doa, restu, hingga dukungan logistik untuk maju dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Kepri, menantang Saibansah yang saat itu menjadi rivalnya. Di rumah itu, di bawah atap yang menyaksikan segala janji, saya membuka tangan lebar-lebar. Saya tuntun jalannya, saya topang langkahnya dengan seluruh ketulusan yang saya punya.

Namun, panggung kekuasaan memang panggung sandiwara yang kejam. Setelah kakinya sukses menjejakkan diri pada puncak kekuasaan yang begitu dia agungkan, ia seketika amnesia pada tangan yang dulu menuntunnya keluar dari kegelapan.

Alih-alih menjaga amanah, ia memilih berkhianat. Ia memutar haluan membuat Konferensi Luar Biasa (KLB), bersekutu dan bergabung dalam pelukan Saibansah—sosok yang dulu dilawannya—lalu membuang saya dari kepengurusan seolah saya hanyalah sepah tak berharga.

Pedih rasanya mengingat bagaimana waktu, tenaga, dan pikiran yang saya curahkan justru berbuah tikaman. Seseorang yang dulunya berdiri di samping saya, berjuang bersama dalam badai, kini menggunakan singgasana itu untuk menghunuskan belati pengkhianatan dari belakang. Kekuasaan telah mengubah sahabat menjadi duri, dan mengubah sekutu menjadi musuh dalam selimut.

Meski demikian, tidak ada satu rasi pun penyesalan di hati saya. Tidak akan pernah. Saya sangat meyakini bahwa setiap goresan takdir yang Allah SWT tetapkan adalah skenario terbaik untuk membersihkan hidup saya dari jiwa-jiwa yang tidak tulus.

Kekuasaan di dunia ini hanyalah fatamorgana yang semu dan berputar. Hukum karma kehidupan adalah janji langit yang pasti. Apa yang kita semai, itulah yang akan kita tuai kelak. Tangan yang hari ini digunakan untuk menjegal dan melupakan kebaikan orang lain, suatu saat akan merasakan dinginnya keadilan semesta.

Hari ini, dengan kepala tegak, hati yang lapang, dan jiwa yang merdeka, saya melangkah keluar.

Selamat berpisah, PWI. Terima kasih atas semua jabat tangan yang hangat dan tikaman-tikaman tersembunyi yang mendewasakan.

Sampai jumpa di ujung jalan—sebuah tempat peristirahatan terakhir di mana semua topeng kemunafikan akan terlepas, tempat tujuan yang sebenar-benarnya, dan tempat di mana kebenaran abadi akan menemukan jangkarnya yang sejati. (Anton)

Berita Terkait

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital
BP Batam Resmi Buka Kembali Jalan Gajah Mada Lebih Cepat dari Target
BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:45 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru

Batam

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 07:57 WIB