Puluhan Siswa SD di Jeneponto Sulsel Dilarikan ke Puskesmas usai Diduga Santap MBG Berisi Ikan Kedaluwarsa

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 690

Sulawesi Selatan,lancangkuningnews.com – Dugaan kasus keracunan massal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di media sosial.

‎Dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada Kamis, 23 April 2026, dilaporkan puluhan siswa SDN 7 Rumbia di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilarikan ke puskesmas usai santap MBG di sekolah.

‎”Tangis puluhan siswa SD di Jeneponto saat dirawat di puskesmas usai santap MBG,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

‎Rombongan siswa itu tampak diantarkan menggunakan mobil dari sekolah menuju puskesmas terdekat, lantaran mengalami gangguan kesehatan.

‎Mencuat kabar adanya salah satu menu MBG berupa ikan yang diduga sudah tidak layak konsumsi dalam kasus yang dialami para siswa SD di Jeneponto, Sulsel tersebut.

‎Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi dugaan kasus keracunan yang dialami para siswa SD di wilayah tersebut? Berikut ulasannya.

‎Alami Gatal-gatal hingga Bengkak

‎Berdasarkan laporan di lokasi, peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah para siswa menyantap menu MBG di sekolah.

‎”Sejumlah siswa tiba-tiba mengeluhkan gatal-gatal di seluruh tubuh, disertai pembengkakan pada bagian tertentu,” tulis postingan tersebut.

‎Melihat kondisi itu, pihak sekolah bersama warga setempat segera membawa para siswa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

‎Menu Ikan yang Diduga Basi

‎Salah satu menu MBG itu diduga menjadi penyebab insiden ini, yakni berupa ikan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

‎Hal itu diungkapkan salah seorang warga, BU (36) menyebutkan bahwa gejala yang dialami para siswa diduga kuat akibat konsumsi ikan yang sudah berbau busuk.

‎”Anak-anak langsung gatal-gatal setelah makan. Diduga ikan yang disajikan itu sudah tidak segar,” ujar BU di lokasi yang sama.

Jerit Tangis Siswa karena Alami Gatal

‎Sejumlah siswa juga dilaporkan mengalami reaksi alergi cukup serius usai menyantap menu MBG yang sudah kedaluwarsa atau basi.

‎”Bengkak dan gatal-gatal setelah makan Kemungkinan dari ikan yang disajikan, diduga sudah tidak layak konsumsi,” jelas seorang guru berinisial K.

‎Dalam video yang beredar, terlihat para siswa menangis histeris sambil menggaruk tubuh mereka karena rasa gatal yang tak tertahankan.

‎Kondisi yang memprihatinkan itu lantas menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah hingga akhirnya para siswa dirawat di puskesmas setempat.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat ihwal dugaan menu MBG basi yang dibagikan di SDN 7 Rumbia, Jeneponto, Sulsel. (Bill)

‎

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026
Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan
Keluarga Besar PJS Sambut Hari Bakti BP Ke 55
Sekda Sahtiar Tutup Pertandingan Gasing Antar Desa, Lestarikan Budaya Melayu di Anambas
Sekda Sahtiar Tutup Neknang Cup II 2026, Dorong Sepak Takraw Anambas Terus Berkembang

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan

Berita Terbaru