Pro Kontra Terjadi Atas Booster, Sebagai Syarat Mudik Dengan Nonton GP Mandalika

Jumat, 25 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 693

LANCANGKUNINGNEWS.COM Jakarta 25/03/2022 -Kewajiban booster sebagai syarat mudik menjadi topik hangat perbincangan, bahkan menuai pro kontra di masyarakat.
Tak sedikit yang beranggapan kebijakan pemerintah terkesan ‘pilih kasih’ lantaran acara MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3/2022), tak mewajibkan vaksin booster (dosis ketiga) bagi pengunjung sebagaimana halnya syarat mudik.

Lantaran hal tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi memberikan komentar. Menurutnya, hal tersebut jauh berbeda dengan jumlah pergerakan saat agenda MotoGP Mandalika berlangsung.

“Ini adalah karena mudik itu mobilitas yang bersamaan, bukan berkerumun-nya,” terang dr Nadia kepada detikcom Kamis (24/3/2022).

Sejalan dengan pakar epidemiologi, Pandu Riono, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), yang mengatakan risiko pemudik memicu penularan masif lebih tinggi daripada agenda MotoGP Mandalika.

Berlangsungnya Grand Prix of Indonesia kala itu dihadiri sekitar 100 ribu penonton. Sedangkan total warga yang mudik diproyeksikan bakal jauh lebih tinggi lagi.

“Gini, Mandalika tuh nggak ada artinya apa-apa, berapa orang sih ke sana? kan sedikit banget, kalau orang mudik itu kan masif, se-Indonesia, yang ke Mandalika kan cuma orang kaya saja semua ke sana, dan sudah divaksinasi lengkap,” terang dia.

“Kedua yang mudik tuh semua usia, ketiga dia bersilaturahmi sama orang-orang tua. Risikonya lebih besar karena termasuk kelompok rentan,” lanjut Pandu, saat dihubungi terpisah, Kamis (24/3/2022).

begitu juga dengan ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menegaskan vaksinasi booster tetap harus dilaksanakan sesuai masa interval vaksin. Artinya, minimal tiga bulan dari mereka yang sudah divaksinasi lengkap.

“Jadi benar ya saya juga paham ini booster itu harus dilakukan secara adil. Dalam artian sudah waktunya dibooster, misalkan mau ditetapkan berapa, empat bulan pasca dosis kedua atau mau enam bulan, ya terserah pemerintah itu untuk kebaikan semua,” terang Dicky.
(Sumber, detik.com)

Berita Terkait

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
BP Batam Perkuat Perizinan untuk Pelaku Usaha
“Jelang Rakernas III PJS di Batam, Perkuat Koordinasi”
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:32 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 20:30 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0

Berita Terbaru