Penanganan Stunting di Kecamatan Tembilahan Butuh Perhatian Serius

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 610

lancangkuningnews.com. Inhil – Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, SKM, MKL, menyoroti penanganan stunting di Kecamatan Tembilahan yang menunjukkan tren fluktuatif dari tahun 2022 hingga 2024. Data dari e-PPGBM mencatat peningkatan prevalensi stunting dari 41 kasus pada tahun 2022 menjadi 89 kasus pada 2023. Meski terjadi penurunan kecil menjadi 87 kasus pada tahun 2024, angka tersebut masih jauh dari target yang diharapkan.

“Penanganan stunting di Tembilahan masih menghadapi banyak tantangan. Walaupun ada penurunan kasus, kita masih perlu memperkuat langkah-langkah penanganan secara komprehensif dan berkelanjutan,” ungkap Rahmi. Salah satu tantangan terbesar adalah tingginya persentase anak stunting yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Sebanyak 72% dari total kasus stunting di wilayah ini tidak menerima imunisasi dasar yang lengkap, mengakibatkan mereka lebih rentan terhadap penyakit yang bisa mem

Faktor Penentu yang Memperburuk Stunting

Rahmi juga menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya angka stunting di wilayah Tembilahan. Selain imunisasi yang tidak lengkap, sebanyak 63,2% anak stunting terpapar asap rokok dari lingkungan rumah. “Paparan asap rokok ini menjadi salah satu pemicu utama yang memperparah kondisi stunting, karena mengganggu sistem pernapasan dan menurunkan daya tahan tubuh anak,” ujarnya.

Tingkat pendidikan orang tua yang rendah juga menjadi faktor signifikan. Sebanyak 47% ayah dan 46% ibu dari anak-anak stunting memiliki pendidikan rendah, yang berdampak pada minimnya pengetahuan tentang pola asuh yang baik dan pentingnya asupan gizi seimbang.

Upaya dan Inovasi Dinas Kesehatan Tembilahan telah melakukan berbagai intervensi untuk menekan angka stunting, termasuk penyuluhan ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini (IMD), dan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil. Beberapa inovasi juga dilakukan oleh Puskesmas, seperti program “Kecap Manis” yang memberikan layanan bagi calon pengantin dan “Rupiah Gizi” yang bertujuan memulihkan gizi balita.Namun, Rahmi menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Kita butuh lebih banyak edukasi kepada masyarakat tentang bahaya stunting dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Perluasan akses terhadap air bersih dan sanitasi juga harus menjadi prioritas untuk menurunkan prevalensi stunting di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Dari laporan yang ada, sebanyak 13,7% anak stunting di Tembilahan tinggal di rumah tanpa jamban sehat, dan 13% lainnya memiliki akses terbatas terhadap air bersih. Rahmi menggarisbawahi bahwa perbaikan sanitasi dan akses air bersih akan memberikan dampak signifikan pada penurunan stunting.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir optimistis bahwa melalui upaya bersama dan peningkatan intervensi, angka stunting di Kecamatan Tembilahan dapat ditekan lebih signifikan di masa mendatang. “Kami akan terus bekerja keras dan berinovasi untuk memastikan setiap anak di Tembilahan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat dan kuat,” pungkas Rahmi. (Adv)

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Anambas Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp743,67 Miliar
Jumat Berkah, Polres Anambas Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Tiangau
Kecamatan Siantan Gelar Goro Merah Putih, Rangkaian HUT ke-81 RI Siap Dimeriahkan Pentas Seni hingga Karnaval
Sekda Anambas Ajak Seluruh OPD Sukseskan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:08 WIB

DPRD dan Pemkab Anambas Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp743,67 Miliar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Jumat Berkah, Polres Anambas Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Tiangau

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kecamatan Siantan Gelar Goro Merah Putih, Rangkaian HUT ke-81 RI Siap Dimeriahkan Pentas Seni hingga Karnaval

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Sekda Anambas Ajak Seluruh OPD Sukseskan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!