LANCANGKUNINGNEWS.COM – Misi yang dijalankan Aunur Rafiq selaku Bupati Karimun pada periode kedua dan saat ini menjalankan cuti karena mengikuti Pilkada Privinsi Kepri karena menjadi Calon Wakil Gubernur Kepri nomor 2 berpasangan dengan Muhammad Rudi adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah. yakni, berkeadilan dalam infrastruktur.
“Sesuai dengan misi dalam misi sejak awal kembali terpilih memimpin Kabupaten Karimun pada 2020 lalu adalah bagimana membangun infrastruktur daerah yang berkeadilan. Artinya, semua daerah di Kabupaten Karimun harus dilanjutkan. Khususnya, membangun jalan aspal di beberapa di daerah Pulau Kundur. Sehingga, dapat membuka akses bagi masyarakat dan bisa menghubungkan antar desa,” ujarnya.
Pada tahun 2023 lalu, kata Rafiq, melalui usulan bantuan dana ke pemerintah pusat, yakni dana instruksi presiden (Inpres) Pemerintah Kabupaten Karimun berhasil memperoleh dana Rp100 miliar lebih untuk membangun jalan aspal di Pulau Kundur. Dengan dana ratusan miliar tersebut, total jalan yang saat ini sudah dinikmati totalnya mencapai 25,41 kilometer (Km).
‘
‘Perjuangan untuk bisa mendapatkan dana Inpres sebesar Rp100,4 miliar tidak mudah. Semuanya harus disiapkan dengan lengkap. Mulai dari surat usulan penanganan jalan yang saya tanda tangani. Kemudian, persyaratan teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun. Terdiri dari Detail Engineering Design (DED), dokumen lingkungan rencana anggaran biaya, peta lokasi, titik koordinat lokasi. Kemudian, surat pernyataan kesiapan lahan yang ditanda tangani oleh Bupati Karimun, surat pernyataan kesediaan menerima hibah yang ditanda tangani oleh Bupati Karimun dan surat pernyataan terbebas dari tuntutan pihak ke-3 dan tidak ada permasalahan hukum,” papar Rafiq.
Rudi-Rafiq Geser Launching Kampanye Perdana Hari Sabtu
Semua surat itu, sambung Rafiq, di tandatanganinya tanpa ada satu pun surat dukungan provinsi dan saat ini setelah jalan itu di bangun ada pengakuan pemerintah provinsi atau gubernur. Bahwa jalan itu adalah gubernur yang membangunnya dan hal itu sangat keliru.
“Alhamdulillah, masyarakat Kundur sudah kenal dengan saya, karena sebelum bertugas di Kantor Bupati Karimun, saya lama bertugas di Pulau Kundur,. Mulai jadi Camat Pembantu di Kundur Utara sampai dengan jadi Camat Kundur. Sehingga, masyarakat Kundur yang mendengar pengakuan ini langsung memberitahukan kepada saya. Dan, mereka juga tidak percaya kalau jalan sepanjang 25,41 Km itu dibangun dengan bantuan Provinsi Kepri,” tegasnya.
HMR Sumbang 100 Juta, Masjid Agung Al Hikmah Tanjungpinang Butuh Perbaikan
Saat ini, tambah Rafiq, jalan aspal dari Tanjungbatu ke Sawang sepanjang 18 Km dengan biaya pembangunan Rp47.598.442.000 sudah dapat dinikmati oleh masyarakat. Kemudian, jalan aspal Sebele ke Sei Asam sepanjang 2,41 Km dengan biaya Rp22.247.990.000 juga sudah dapat digunakan dan menjadi jalan utama akses masyarakat yang selama puluhan tahun tiak ada jalan. Terakhir, pembangunan jalan aspal di Jalan Pemuda sepanjang 5 Km dengan biaya Rp30.651.075.000. Sehingga, total biaya untuk 25,41 Km di Pulau Kundur itu sebesar Rp100,4 miliar atau tepatnya Rp100.497.507.000.
”Saya mengambil langkah-langkah untuk mengusulkan dan mengkoordinasikan ke Kementrian PUPR agar dapat di alokasikan dana sebesar Rp104 miliar pada 2023 untuk pembangunan jalan-jalan yang tersebar di Pulau kundur yang saat ini sudah dapat di nikmati masyarakat”
Dikatakan Bupati, bukan hanya pada tahun lalu saja. Tapi, pada tahun ini juga sudah dianggarkan biaya pembangunan jalan aspal sebesar Rp11 miliar. Biaya ini untuk membangun Jalan Parit Pacitan di Pulau Kundur sepanjang 2,3 Km. Sumber dana juga berasal dari Dana Inpres. Jadi dalam dua tahun ini total jalan yang dibangun di pulau Kundur sepanjang 27,71 Km.















