
lancangkuningnews.com. Lingga – Kepala Desa (Kades) Kuala Raya, Misran MS, mengimbau warga, khususnya nelayan tradisional, agar lebih waspada saat melaut di tengah cuaca ekstrem musim utara.
Menjelang perayaan Imlek, belasan kelong di Desa Kuala Raya, Singkep Barat, Kabupaten Lingga, diterjang gelombang pasang disertai angin kencang dan hujan deras. Akibatnya, para nelayan mengalami kerugian besar karena kelong api dan bilis yang menjadi sumber penghasilan utama mereka rusak.
“Mayoritas warga kami adalah nelayan yang menggantungkan hidup dari kelong api dan bilis. Sudah satu bulan ini mereka tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem. Kerugian mereka mencapai ratusan juta rupiah akibat kelong yang tenggelam atau hancur dihantam ombak dan angin,” ujar Misran saat dihubungi melalui WhatsApp.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini hampir terjadi setiap tahun, sehingga masyarakat diminta untuk selalu bersiap. “Saya mengimbau warga yang memiliki kelong agar memperkuat peralatannya sebelum angin kencang tiba, seperti menambah kayu pancang dan penguat lainnya. Namun, jika sudah kehendak Tuhan, tetap bisa roboh juga,” katanya.
Misran juga menjelaskan bahwa selain merusak kelong, cuaca buruk ini berdampak pada permukiman warga. “Setiap akhir dan awal tahun, angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan air laut naik. Meskipun sudah ada batu miring di pinggir jalan, warga yang rumahnya dekat sungai tetap harus waspada,” tutupnya.
(Red)















