lancangkuningnews.com. Karimun, – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepri, bekerja sama dengan Polda Kepri melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjung Balai Karimun, kembali menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar di 16 sekolah menengah atas di Kepulauan Riau. Salah satu kegiatan ini berlangsung di aula SMAN 4 Karimun, Jumat lalu, dengan tujuan menciptakan Duta Pelajar Anti Narkoba (DPAN) yang dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi tentang bahaya narkoba.
Eddy Supriatna, Ketua JMSI Kepri, menekankan pentingnya peran pelajar dalam mencegah peredaran narkoba, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. “Kami mengajak para pelajar untuk menyuarakan bahaya narkoba melalui tulisan. Nantinya, tulisan-tulisan ini akan dikumpulkan dan disusun menjadi buku literasi,” ujar Eddy. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda.
Dalam sosialisasi ini, setiap peserta diminta memahami materi yang disampaikan oleh narasumber dan menulis esai berdasarkan pemahaman mereka. Esai terbaik akan mendapat penghargaan sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba.
Narasumber dari Satresnarkoba Polres Tanjung Balai Karimun, Ipda Fedryk Soaloon Harahap, turut memperlihatkan contoh narkoba dan menjelaskan dampak negatif dari penyalahgunaannya. “Penggunaan narkoba dapat merusak fungsi dan struktur otak, membuat sulit berkonsentrasi, dan menghilangkan minat beraktivitas,” jelasnya. Fedryk mengimbau para pelajar untuk menjadi contoh dalam keluarga dan komunitas agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba.
Salah satu peserta, Amira Ramadani, siswi kelas XI SMAN 4 Karimun, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada JMSI dan Polda Kepri yang telah memberikan sosialisasi ini, sehingga kami lebih memahami bahaya narkoba,” ungkap Amira.
Dengan tagline “Narkoba No, Prestasi Yes,” JMSI dan Polda Kepri berharap pelajar di Kepulauan Riau dapat menjadi generasi yang berprestasi dan bebas dari narkoba.















