Masyarakat Anambas Desak Transparansi Dana CSR KKKS West Natuna Konsorsium, Tuding Ada Potensi Kerugian Negara

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anambas, lancangkuningnews.com – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas mendesak adanya transparansi dalam penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Konsorsium. Desakan ini mencuat dalam pertemuan forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama perwakilan masyarakat, SKK Migas, dan KKKS Natuna Barat yang terdiri dari Medco E&P, Star Energy, dan Harbour Energy, pada Kamis (3/10/2024).

Pertemuan ini berlangsung panas akibat penolakan pihak SKK Migas dan KKKS untuk membuka data CSR yang telah disalurkan kepada masyarakat Anambas. Salah satu peserta rapat, Eko Pratama, menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana CSR yang diklaim berasal dari anggaran negara.

“SKK Migas dan KKKS harus membuka data CSR yang telah diberikan kepada masyarakat Anambas, mencakup item dan pagu anggarannya. Keterbukaan ini diperlukan, terutama karena dana tersebut merupakan klaim ke negara. Masyarakat berhak tahu, dan selama ini bahkan pemerintah daerah tidak diberikan akses ke data tersebut. Jika tidak ada keterbukaan, kami curiga ada potensi penyimpangan atau korupsi,” ujar Eko.

Setelah aksi protes yang dilakukan di Matak Base pada 18 September 2024 lalu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah mengirimkan surat permintaan data CSR KKKS kepada SKK Migas Sumbagut. Namun, hingga pembentukan forum TJSLP pada 3 Oktober, data tersebut masih belum diberikan.

Aliansi Anambas Menggugat (ALAM) telah mengumpulkan beberapa data CSR yang diduga dikeluarkan oleh KKKS. Eko mengungkapkan bahwa pihaknya akan memeriksa pagu dana tersebut dan siap mengambil langkah hukum jika ditemukan ketidaksesuaian.

“Kami akan menindaklanjuti jika demo menjadi satu-satunya cara untuk menemukan keadilan. Anambas siap berjuang untuk haknya,” tegas Eko.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap SKK Migas dan perusahaan konsorsium yang tidak menghadiri pertemuan sesuai undangan. “Undangan dari Pemda tidak dihargai. SKK Migas hanya mengirim staf tanpa wewenang, sementara Medco E&P, Star Energy, dan Harbour Energy juga tidak hadir. Ini penghinaan terhadap masyarakat Anambas,” tuturnya.

Pihak masyarakat menyatakan bahwa mereka tidak anti-investasi, tetapi mengharapkan adanya keadilan dalam investasi yang membawa manfaat bagi seluruh pihak. Anambas sebagai wilayah strategis NKRI, menurut mereka, tetap setia pada Merah Putih, tetapi menolak tunduk pada ketidakadilan. (FD)

Berita Terkait

DPR RI dan Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi Pengamanan Perbatasan
Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama
Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
HUT Anambas ke-18, Bupati Aneng Apresiasi Komitmen Kecamatan Siantan Dukung Pendidikan
Wujudkan Anambas Kondusif, Polres Anambas Gaungkan Sabuk Kamtibmas 2026
Titiek Soeharto Soroti Keberhasilan Nusakambangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Bupati Aneng Tegaskan Komitmen Taat Aturan, Minta Maaf atas Kelalaian Berkendara Tanpa Helm
Disambut Tepung Tawar, Kapal Patroli Baru Jadi Bukti Perhatian Kapolda Kepri untuk Laut Anambas

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:56 WIB

DPR RI dan Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi Pengamanan Perbatasan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:44 WIB

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:28 WIB

Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:51 WIB

HUT Anambas ke-18, Bupati Aneng Apresiasi Komitmen Kecamatan Siantan Dukung Pendidikan

Senin, 22 Juni 2026 - 15:57 WIB

Wujudkan Anambas Kondusif, Polres Anambas Gaungkan Sabuk Kamtibmas 2026

Berita Terbaru

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama (dok/photo)

Pilihan Editor

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:44 WIB

error: Content is protected !!